Capello Ragukan Amorim di Milan: 'Bencana' di Manchester Terulang?
Baca dalam 60 detik
- Fabio Capello menilai Ruben Amorim gagal total di Manchester United dan meragukan kepindahannya ke AC Milan.
- Milan dikabarkan akan mengontrak Amorim selama dua musim, meski performa sang pelatih di Inggris dinilai buruk.
- Keputusan Milan dinilai sebagai bentuk kebingungan manajemen klub di tengah tekanan untuk bangkit.

Legenda sepak bola Italia, Fabio Capello, secara terbuka meragukan langkah AC Milan yang dikabarkan akan menunjuk Ruben Amorim sebagai pelatih kepala anyar. Capello menilai keputusan tersebut berisiko tinggi, mengingat catatan Amorim yang ia sebut sebagai 'bencana' selama menangani Manchester United.
Menurut laporan yang beredar, manajemen Rossoneri telah mencapai kesepakatan dengan pelatih asal Portugal itu untuk kontrak berdurasi dua tahun. Proses penandatanganan kontrak diperkirakan rampung dalam beberapa jam ke depan. Namun, Capello justru menyoroti 'kebingungan' yang melanda klub asal kota mode tersebut dalam menentukan arah kepelatihan.
โAmorim menyebabkan bencana di Manchester United. Saya skeptis dia bisa membawa perubahan positif di Milan,โ ujar Capello, seperti dikutip dari Football Italia. Mantan pelatih yang pernah menukangi Juventus, Real Madrid, dan tim nasional Inggris ini menambahkan bahwa situasi internal Milan saat ini justru menunjukkan ketidakjelasan visi.
Kritik Capello datang di saat AC Milan tengah berjuang menemukan kembali konsistensi performa. Setelah musim lalu yang penuh gejolak, klub berharap sosok baru bisa membawa stabilitas. Namun, rekam jejak Amorim di Premier Leagueโdi mana ia gagal membawa Manchester United bersaing di papan atasโmenjadi tanda tanya besar. Capello menilai bahwa kegagalan di Inggris bukan sekadar masalah adaptasi, melainkan cerminan kelemahan taktis dan manajerial Amorim.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, keputusan Milan ini menarik dicermati. Sebagai klub yang memiliki basis penggemar besar di Tanah Air, langkah Milan kerap menjadi barometer tren sepak bola Eropa. Jika Amorim benar-benar ditunjuk, publik sepak bola Indonesia akan menyaksikan ujian besar bagi pelatih yang sebelumnya dianggap sebagai kandidat kuat di beberapa klub elite Eropa. Pertanyaan yang muncul: apakah Milan sekadar menjadi 'pelarian' bagi Amorim setelah kegagalan di Old Trafford?
Capello juga mengingatkan bahwa tekanan di Milan tidak kalah besar dengan di Manchester. โSan Siro bukan tempat yang mudah. Ekspektasi selalu tinggi. Jika Amorim tidak siap secara mental dan taktis, dia akan kembali mengalami kegagalan,โ tegasnya. Pernyataan ini seolah menjadi peringatan dini bagi manajemen Milan yang mungkin terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan.
Ke depan, publik menanti apakah Amorim mampu membungkam kritik dengan membawa Milan kembali ke jalur kemenangan. Atau justru, seperti prediksi Capello, 'bencana' di Manchester hanya akan berpindah lokasi ke Italia. Satu hal yang pasti: keputusan ini akan menjadi salah satu ujian terbesar bagi karier Amorim dan kesabaran para pendukung setia Milan.



