Juventus Kirim Pemantau ke Piala Dunia 2026, Brahim Diaz Jadi Target Utama
Baca dalam 60 detik
- Juventus akan memulai pendekatan informal kepada gelandang Real Madrid, Brahim Diaz, selama Piala Dunia 2026.
- Direktur anyar Juventus, Giovanni Carnevali, merombak total departemen pemantauan bakat yang sebelumnya bergantung pada algoritma.
- Langkah ini menandai perubahan strategi Juventus dalam perburuan pemain, dengan fokus pada pemantauan langsung di ajang internasional.

Juventus dikabarkan akan mengirim utusan ke Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko untuk memantau langsung target transfer, dengan Brahim Diaz dari Real Madrid menjadi prioritas utama. Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi besar yang dilakukan direktur anyar klub, Giovanni Carnevali, yang ingin mengembalikan pendekatan tradisional dalam pemantauan bakat setelah era Damien Comolli yang sarat algoritma.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Juventus berencana membuka pembicaraan informal dengan kubu Brahim Diaz selama turnamen berlangsung. Gelandang serang asal Maroko itu tengah berada dalam situasi tidak menentu di Real Madrid, meskipun ia tidak terburu-buru menentukan langkah selanjutnya. Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, disebut menjadikan Diaz sebagai salah satu target utama untuk bursa transfer musim panas mendatang, dengan harapan pemain berusia 25 tahun itu mampu menambah daya kejut di lini depan.
Perubahan signifikan terjadi di balik layar Juventus. Carnevali, yang baru menjabat sebagai direktur, berencana memulihkan departemen pemantauan bakat yang sempat tergerus di bawah Comolli. Pada era Comolli, sistem pemantauan Juventus sangat bergantung pada algoritma dan sebagian operasionalnya dialihdayakan ke jasa konsultan eksternal. Carnevali ingin mengembalikan pendekatan konvensional dengan mengandalkan pemantau langsung di lapangan.
Untuk mewujudkannya, Carnevali dikabarkan ingin membawa pulang Matteo Tognozzi, mantan staf Juventus yang kini berkarier di klub lain. Selain itu, ia berharap bisa merekrut Davide Cangini dari Sassuolo untuk mengisi posisi Kepala Pemantauan. Langkah ini menunjukkan keseriusan Juventus dalam membangun kembali infrastruktur pencarian bakat yang lebih solid.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, strategi Juventus ini menarik dicermati karena mencerminkan tren klub-klub Eropa yang kembali ke metode tradisional di tengah gempuran teknologi. Piala Dunia 2026 yang digelar di tiga negara juga menjadi panggung bagi pemain-pemain diaspora, termasuk yang mungkin memiliki darah Indonesia, untuk menarik perhatian klub besar. Meski belum ada kaitan langsung dengan sepak bola nasional, langkah Juventus bisa menjadi contoh bagaimana klub elite memanfaatkan ajang internasional untuk memperkuat skuad.
Ke depannya, keberhasilan pendekatan ini akan sangat bergantung pada kemampuan Carnevali membangun tim pemantau yang solid dan negosiasi dengan Real Madrid. Brahim Diaz, yang kontraknya di Santiago Bernabeu masih tersisa hingga 2027, tidak akan mudah dilepas. Pertanyaannya, akankah Juventus mampu bersaing dengan klub-klub lain yang juga mengincar jasa pemain timnas Maroko tersebut?