CEO Baru Juventus Mulai Kerja, Fokus Utama: Negosiasi Ulang dengan UEFA
Baca dalam 60 detik
- Giovanni Carnevali resmi menjabat CEO Juventus dan langsung menggelar rapat dengan tim akuntansi untuk memetakan anggaran klub.
- Prioritas utama Carnevali adalah memahami perjanjian Juventus dengan UEFA yang membatasi pengeluaran dan mewajibkan penjualan pemain.
- Kegagalan lolos ke Liga Champions 2026-27 memaksa Juventus mencari solusi finansial, termasuk kemungkinan menjual bintang seperti Bremer.

Giovanni Carnevali memulai tugasnya sebagai CEO Juventus pada Senin (14/4) dengan agenda langsung yang padat: serangkaian pertemuan dengan tim akuntansi klub untuk menyusun anggaran dan strategi transfer musim panas. Mantan bos Sassuolo selama 12 tahun itu menggantikan Damien Comolli yang hengkang setelah hanya setahun menjabat.
Menurut laporan Tuttosport, salah satu prioritas pertama Carnevali adalah mempelajari secara detail perjanjian penyelesaian (settlement agreement) Juventus dengan UEFA. Dokumen itu menjadi kunci karena akan menentukan seberapa besar ruang gerak keuangan klubโbaik dari sisi pengeluaran maupun kewajiban menghasilkan dana melalui penjualan pemain pada bursa transfer mendatang.
Juventus diprediksi harus melepas sejumlah pemain untuk mematuhi aturan Financial Fair Play UEFA. Tekanan ini diperparah oleh kegagalan klub lolos ke Liga Champions edisi 2026-27, yang berarti pendapatan dari kompetisi elite Eropa itu akan hilang. Situasi ini memaksa manajemen mencari keseimbangan antara mempertahankan skuad kompetitif dan menjaga kesehatan neraca keuangan.
Salah satu isu yang mengemuka adalah kemungkinan menjual pemain bintang seperti bek Brasil Gleison Bremer, yang memiliki klausul rilis โฌ58 juta. Namun, Tuttosport melaporkan bahwa Carnevali bertekad mengkaji semua opsi dan masih ada peluang untuk mempertahankan sang pemain. Keputusan ini akan bergantung pada hasil negosiasi dengan UEFA dan kemampuan klub mencari alternatif pendanaan.
Di sisi lain, Carnevali juga dihadapkan pada permintaan pelatih Luciano Spalletti untuk memperpanjang kontrak striker Dusan Vlahovic. Menurut laporan, mempertahankan pemain Serbia itu justru lebih menguntungkan secara finansial karena klub bisa menghindari pembelian satu atau dua penyerang baru di bursa transfer. Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga stabilitas lini depan tanpa menguras kas klub.
Dari segi rekrutan, Juventus telah menjalin komunikasi dengan Atletico Madrid untuk Alexander Sorloth dan Aston Villa untuk kiper Emiliano Martinez. Kedua nama itu diharapkan menjadi prioritas jika dana memungkinkan. Namun, semua rencana masih bergantung pada hasil audit keuangan yang sedang dilakukan Carnevali.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Juventus ini menarik karena mencerminkan bagaimana klub besar Eropa harus beradaptasi dengan regulasi keuangan yang ketat. Kegagalan lolos ke Liga Champions tidak hanya berdampak pada prestise, tetapi juga memaksa perubahan strategi transfer yang bisa memengaruhi pasar pemain global, termasuk potensi minat klub-klub Asia terhadap pemain yang dilepas Juventus.
Ke depan, publik akan menanti apakah Carnevali mampu menyeimbangkan tuntutan sportif dan finansial. Akankah ia berhasil mempertahankan Bremer dan Vlahovic, atau justru harus mengorbankan salah satu bintang untuk menyelamatkan neraca? Jawabannya akan mulai terlihat dalam beberapa pekan mendatang.



