Nova Arianto Segera Evaluasi Timnas U-19 Usai Kunci Peringkat Tiga Piala AFF: Fokus ke Kualifikasi Piala Asia U-20
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia U-19 menempati posisi ketiga Piala AFF U-19 2026 setelah menekuk Kamboja 1-0 lewat gol Algazani Dwi Sugandi.
- Pelatih Nova Arianto berencana melakukan evaluasi menyeluruh, terutama aspek fisik dan taktik, jelang Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.
- Ketua PSSI Erick Thohir membuka peluang menambah pemain keturunan untuk meningkatkan daya saing tim di level Asia.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398062/original/087063200_1761833811-nova_arianto.jpg)
Timnas Indonesia U-19 memastikan diri finis di peringkat ketiga Piala AFF U-19 2026 setelah menundukkan Kamboja dengan skor tipis 1-0 dalam laga yang berlangsung di Stadion Utama Sumatra Utara, Deli Serdang, Sabtu (13/6/2026). Gol tunggal kemenangan dicetak oleh bek pengganti Algazani Dwi Sugandi, yang dimanfaatkan untuk mengamankan posisi tiga turnamen usia muda se-Asia Tenggara tersebut.
Pelatih Nova Arianto mengungkapkan rasa syukur sekaligus permintaan maaf kepada pendukung timnas. Ia menilai pencapaian ini belum maksimal, namun menjadi modal berharga menjelang agenda yang lebih krusial: Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Dalam wawancara usai pertandingan, Nova menegaskan bahwa timnya akan segera melakukan evaluasi di berbagai lini.
“Banyak hal akan saya evaluasi, dari sisi fisik, pemahaman taktikal. Namun saya senang dengan performa semua pemain. Saya juga ingin minta maaf hanya bisa menempati posisi tiga. Fans sudah memberikan dukungan luar biasa,” ujar Nova seperti dikutip dari Indosiar dan SCTV.
Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 menjadi fokus utama Nova. Pada babak kualifikasi, Indonesia akan bersaing dengan Australia, Malaysia, dan Laos. Nova mengakui bahwa turnamen AFF kali ini membantunya memetakan pemain yang siap tampil di level Asia. “Saya senang usai Piala AFF U-19 karena semakin clear pemain yang dibawa untuk Kualifikasi Piala Asia U-20,” tambahnya.
Di sisi lain, Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan sinyal terkait penguatan tim. Usai Indonesia tersingkir di semifinal oleh Australia, Erick menyebut akan mengeksplorasi kemungkinan menambah pemain keturunan. “Nanti kita explorasi untuk mencari pemain lagi, meningkatkan tim lagi agar bisa bersaing di tingkat yang lebih tinggi lagi,” tuturnya. Langkah ini dinilai sebagai upaya jangka panjang untuk memperkuat skuad Garuda Muda menghadapi persaingan Asia yang semakin ketat.
Sejarah mencatat, Timnas Indonesia U-19 seolah menjadi spesialis juara ketiga di Piala AFF U-19. Edisi 2026 ini melengkapi koleksi posisi ketiga setelah sebelumnya diraih pada 2017, 2018, dan 2019. Meski belum mampu merebut gelar juara, konsistensi ini menunjukkan adanya fondasi yang perlu terus diasah. Pertanyaannya, akankah evaluasi Nova dan rencana naturalisasi Erick mampu mendongkrak prestasi Garuda Muda ke level berikutnya?



