Giroud: Pulisic Siap Bawa AS ke Level Lebih Tinggi di Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Olivier Giroud, legenda Prancis, menilai Christian Pulisic memiliki kualitas untuk membawa timnas AS melaju jauh di Piala Dunia 2026.
- Pulisic, yang sempat mengalami paceklik gol, dianggap lebih matang secara mental dan fisik setelah melewati masa-masa sulit di klub.
- Giroud menekankan pentingnya dukungan tim di sekitar Pulisic agar ia bisa tampil optimal dan menjadi motor permainan AS.

Mantan striker Timnas Prancis, Olivier Giroud, meyakini Christian Pulisic memiliki kemampuan untuk membawa Amerika Serikat bersaing di Piala Dunia 2026. Penilaian itu disampaikan Giroud setelah menyaksikan penampilan Pulisic bersama AS dalam laga uji coba melawan Paraguay, di mana ia mencetak gol sebelum ditarik keluar karena cedera betis.
Giroud, yang menjadi rekan setim Pulisic di Chelsea dan AC Milan, menilai pemain berjuluk 'Captain America' itu sudah siap secara mental dan fisik untuk memikul tanggung jawab besar di turnamen akbar. "Dia sudah melalui banyak momen sulit, cedera, dan kritik. Semua itu membentuknya menjadi pemain yang lebih matang," ujar Giroud dalam wawancara dengan BBC Sport.
Pulisic memang sempat menjalani musim yang kurang konsisten bersama AC Milan, di mana ia mengalami paceklik gol selama beberapa bulan. Namun, Giroud menilai bahwa pengalaman bermain di Premier League dan Serie A telah memperkaya permainan Pulisic. "Di Italia, ia belajar menghadapi taktik yang sangat ketat. Itu membuatnya lebih cerdas dalam membaca permainan," tambah Giroud.
Menurut Giroud, perbedaan utama antara Pulisic dan Eden Hazardโyang sempat ia samakan gayanyaโadalah aspek mental. "Eden bermain dengan santai dan penuh kegembiraan. Christian kadang terlalu memikirkan banyak hal, sehingga ia tidak bisa bermain bebas," ungkap Giroud. Namun, ia melihat perubahan positif sejak Pulisic bergabung dengan AC Milan pada 2023. "Di Milan, ia mulai bermain dengan percaya diri. Lingkungan yang suportif membuatnya berkembang," kata Giroud.
Giroud juga menyinggung keputusan Pulisic untuk melewatkan Gold Cup 2025 demi istirahat. Keputusan itu sempat menuai kritik, namun Giroud membelanya. "Ia tahu tubuhnya sendiri. Ia mempersiapkan diri untuk momen besar seperti Piala Dunia," tegas Giroud. Kini, dengan usia 27 tahun, Pulisic dinilai berada di puncak kematangan sebagai pemain.
Bagi Indonesia, kisah Pulisic bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya manajemen beban pemain dan dukungan mental. Di tengah gempuran jadwal padat, keputusan untuk beristirahat justru bisa menjadi investasi jangka panjang. Hal ini relevan dengan perkembangan sepak bola Indonesia yang mulai memperhatikan aspek psikologis atlet.
Giroud menutup dengan pesan optimistis. "AS beruntung memilikinya. Ia punya skill dan kecerdasan. Tapi ia tidak bisa sendirian. Jika tim di sekitarnya mendukung, ia bisa membawa mereka ke babak gugur," pungkasnya. Akankah Pulisic mampu menjawab ekspektasi dan membawa AS melangkah jauh di Piala Dunia yang digelar di kandang sendiri?



