Pelatih Bosnia Akui Timnya Pasif, Tapi Puas dengan Hasil Imbang Lawan Kanada
Baca dalam 60 detik
- Bosnia dan Herzegovina bermain defensif dan hanya mampu menahan imbang Kanada 1-1 pada laga perdana Grup B Piala Dunia 2026.
- Gol debut Jovo Lukic dibalas Cyle Larin di babak kedua, sementara penyelamatan garis gawang Sead Kolasinac menjadi kunci hasil akhir.
- Pelatih Sergej Barbarez memuji ketahanan mental timnya di tengah tekanan suporter tuan rumah, dan berharap Edin Dzeko bisa tampil di laga berikutnya.
Pelatih Bosnia dan Herzegovina, Sergej Barbarez, mengakui timnya tampil terlalu pasif dan gagal memanfaatkan peluang saat ditahan imbang 1-1 oleh Kanada dalam laga pembuka Grup B Piala Dunia 2026 di Toronto, Sabtu (12/6). Meski demikian, ia menyatakan hasil tersebut tetap memuaskan mengingat tekanan luar biasa dari suporter tuan rumah.
Bosnia unggul lebih dulu melalui sundulan penyerang Jovo Lukic pada menit ke-30, yang sekaligus menjadi gol internasional perdananya. Namun, Kanada yang tampil agresif di babak kedua berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi striker Cyle Larin pada menit ke-78. Sepanjang pertandingan, tim asuhan Barbarez lebih banyak bertahan di area sendiri, meninggalkan inisiatif serangan kepada Kanada.
โKami memberikan inisiatif kepada Kanada, bermain dengan blok rendah dan bertahan,โ ujar Barbarez kepada wartawan seusai pertandingan. Meski dianggap kurang berani, ia menilai kedua tim layak mendapatkan satu poin. โHasil ini memuaskan,โ tegasnya.
Barbarez memberikan pujian khusus kepada anak asuhnya yang mampu bertahan di bawah tekanan atmosfer stadion yang sangat mendukung tuan rumah. โKami bermain di laga pembuka dengan stadion penuh, 80 persen suporter Kanada. Tekanan luar biasa, dan tim saya tidak menyerah. Itu pujian besar,โ katanya.
Penyelamatan gemilang dilakukan bek veteran Sead Kolasinac yang menghalau bola di garis gawang pada awal babak kedua, mencegah Kanada mencetak gol lebih awal. Barbarez mengaku tidak terkejut dengan aksi tersebut. โSaya berharap dia bisa menyatukan tim, memimpin, dan dia melakukannya dengan cara yang luar biasa,โ ucapnya.
Pelatih berusia 49 tahun itu juga berharap striker senior Edin Dzeko, yang berusia 40 tahun dan hanya duduk di bangku cadangan, bisa dimainkan pada laga berikutnya melawan Swiss di Los Angeles. Bosnia akan menutup fase grup melawan Qatar.
Barbarez juga mengakui kekuatan fisik dan intensitas permainan Kanada. โSaya harus memuji tim Kanada. Mereka luar biasa fisik, sangat intens. Mereka punya rencana dan tahu cara menjalankannya,โ katanya. Pengalaman berharga ini diyakini akan membuat Bosnia semakin matang di turnamen.
Bagi Indonesia, hasil ini menjadi pengingat bahwa pendekatan defensif berisiko tinggi di pentas dunia, terutama saat menghadapi tim dengan dukungan publik besar. Namun, ketahanan mental dan disiplin taktik bisa menjadi modal berharga, seperti yang ditunjukkan Bosnia. Pertanyaan selanjutnya: akankah Bosnia berani lebih ofensif saat melawan Swiss, atau kembali mengandalkan pertahanan rapat?



