Hujan Deras Landa Denpasar: Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak, Tak Ada Korban Jiwa
Baca dalam 60 detik
- Cuaca ekstrem Jumat dini hari menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan fasilitas di Denpasar, Bali.
- Petugas gabungan memantau dampak sejak pukul 04.30 WITA, memastikan tidak ada korban jiwa atau banjir besar.
- Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serupa, terutama saat hujan lebat disertai angin kencang.

Hujan deras yang mengguyur Kota Denpasar, Bali, pada Jumat (12/6) dini hari memicu sejumlah pohon tumbang dan kerusakan fasilitas umum, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Peristiwa ini menjadi pengingat akan kerentanan infrastruktur perkotaan terhadap cuaca ekstrem yang kian sering terjadi.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menyatakan personel Polsek Denpasar Barat langsung turun ke lapangan sejak pukul 04.30 WITA untuk memantau dampak dan memastikan keamanan warga. โKami melakukan pengecekan di sejumlah titik yang berpotensi terdampak setelah hujan deras disertai angin kencang,โ ujarnya dalam keterangan tertulis.
Dari hasil pemantauan, pohon jenis kamboja tumbang di area SD Negeri 2 Pemecutan, Jalan Imam Bonjol, Desa Pemecutan Klod. Selain itu, angin kencang merusak atap kanopi dan plang nama Planet Ban, atap SDN 2 Pemecutan, atap rumah kost di Jalan Imam Bonjol Gang Ramayana, neon box Klinik Be Health Medika, serta atap kanopi Toko Kain Dewata. Gardu PLN juga dilaporkan mengalami ledakan akibat cuaca.
Meski demikian, Gede Adi menegaskan tidak ditemukan banjir, genangan, atau tanah longsor. Debit air di sungai-sungai seperti Tukad Badung, Tukad Mati, dan Tukad Srogsogan terpantau normal. โTidak ada korban jiwa maupun gangguan besar terhadap aktivitas masyarakat,โ katanya.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang dipicu perubahan iklim. Di Indonesia, fenomena hujan deras disertai angin kencang kerap terjadi saat transisi musim, dan Denpasar sebagai kota padat penduduk perlu memperkuat infrastruktur serta sistem peringatan dini. Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk rutin memeriksa kondisi pohon dan bangunan tua yang rentan roboh.
Gede Adi mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama saat hujan lebat. โJika menemukan kondisi darurat, segera laporkan ke pihak terkait agar dapat ditangani cepat,โ ujarnya. Ke depan, perlu ada evaluasi tata ruang dan mitigasi bencana untuk mengurangi risiko serupa, mengingat potensi cuaca ekstrem diprediksi masih akan terjadi.


