Jakarta Gelar Earth Hour Versi Hari Lingkungan: Monas hingga Bundaran HI Gelap 60 Menit
Baca dalam 60 detik
- Pemprov DKI Jakarta memadamkan lampu di ruas jalan protokol, ikon kota, dan gedung swasta selama satu jam pada Sabtu malam dalam rangka Hari Lingkungan Hidup.
- Aksi ini menargetkan penghematan listrik hingga 96,91 MWh, berdasarkan capaian serupa saat Hari Bumi April lalu, serta menurunkan emisi karbon.
- Fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas dikecualikan, sementara partisipasi melibatkan mal, hotel, dan apartemen di lima wilayah Jakarta.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4477733/original/026803200_1687446881-Snapinsta.app_355411731_240141972102411_4417550151096548066_n_1080.jpg)
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memadamkan lampu di sejumlah ruas jalan utama, gedung perkantoran, dan ikon ibu kota selama satu jam pada Sabtu (13/6/2026) malam, sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup sekaligus kampanye penghematan energi dan penurunan emisi karbon.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya nyata mengajak seluruh elemen masyarakat berpartisipasi dalam gaya hidup ramah lingkungan. “Hemat energi dan kurangi emisi padamkan lampu 60 menit dalam rangka Hari Lingkungan Hidup,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (13/6/2026). Pemadaman dijadwalkan berlangsung dari pukul 20.30 hingga 21.30 WIB, mencakup lima wilayah kota administrasi.
Rute pemadaman meliputi jalan-jalan protokol ikonik seperti Jalan Jenderal Sudirman, MH Thamrin, Medan Merdeka (depan Istana Presiden), serta kawasan Asia Afrika. Di Jakarta Pusat, lampu di area Balai Kota dan Kantor Wali Kota Jakarta Pusat juga ikut dipadamkan. Sementara itu, Jakarta Utara mencakup Jalan Yos Sudarso dan Perintis Kemerdekaan; Jakarta Timur meliputi Jalan Dr. Sumarno; Jakarta Barat di Jalan Daan Mogot dan Kemanggisan Raya; serta Jakarta Selatan di Jalan Prapanca Raya dan Rasuna Said.
Partisipasi tidak terbatas pada fasilitas pemerintah. Dudi mengungkapkan bahwa gedung-gedung swasta seperti pusat perbelanjaan, hotel, restoran, dan apartemen diimbau untuk turut memadamkan lampu. Namun, fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik dikecualikan demi menjaga pelayanan masyarakat. “Kecuali rumah sakit, puskesmas, klinik,” katanya.
Menurut catatan DLH DKI Jakarta, aksi serupa yang digelar saat peringatan Hari Bumi pada April 2026 berhasil menghemat konsumsi listrik sebesar 96,91 MWh. Lebih dari sekadar penghematan energi, kegiatan itu juga memberikan dampak ekonomi dan lingkungan yang positif. Dudi menyebutkan bahwa pada tahun 2025, penghematan ekonomi mencapai Rp 140.226.312 dan penurunan emisi karbon sebesar 77,53 ton CO2e. Angka ini diharapkan dapat meningkat seiring dengan partisipasi yang lebih luas.
Bagi warga Jakarta, pemadaman ini mungkin menimbulkan ketidaknyamanan sementara, terutama di jalan-jalan utama yang biasa terang benderang. Namun, dampak jangka panjangnya terhadap pengurangan emisi dan efisiensi energi patut diapresiasi. Ke depannya, Pemprov DKI Jakarta perlu mengevaluasi efektivitas kampanye ini dan mendorong partisipasi masyarakat secara sukarela di luar momen peringatan. Apakah aksi satu jam ini cukup untuk mengubah kebiasaan boros energi warga kota?



