Whoopi Goldberg dan Deretan Bintang Tua Bakal Ramaikan Film Komedi Netflix Produksi Michelle Obama
Baca dalam 60 detik
- Whoopi Goldberg, Jenifer Lewis, Vanessa Williams, dan Vivica A. Fox akan membintangi film komedi Netflix berjudul 'Women Like Us' yang diproduseri eksekutif oleh Michelle Obama.
- Film ini mengisahkan seorang janda yang diajak sahabatnya ke Hamptons untuk menghadapi kesedihan dan pernikahan, dengan pesan bahwa mimpi tak kenal kadaluwarsa.
- Sang aktris vokal menolak tekanan untuk menggunakan AI, berbeda dengan Demi Moore yang justru mengajak industri berkolaborasi dengan teknologi tersebut.

Whoopi Goldberg kembali ke layar kaca Netflix dengan proyek komedi yang mengundang decak kagum: ia akan beradu peran dengan Jenifer Lewis, Vanessa Williams, dan Vivica A. Fox dalam film Women Like Us yang diproduseri eksekutif oleh mantan Ibu Negara Amerika Serikat, Michelle Obama. Langkah ini menandai ekspansi Higher Ground, rumah produksi milik keluarga Obama, ke ranah komedi setelah sebelumnya menggarap film dokumenter dan drama.
Film yang disutradarai Tasha Smith dan ditulis Ali Kinney ini berkisah tentang seorang perempuan yang baru saja kehilangan suami. Di hari yang seharusnya menjadi peringatan 30 tahun pernikahannya, ia 'diculik' oleh sahabat dan adiknya ke Hamptons untuk menghadapi kesedihan, pernikahan, dan ikatan persaudaraan yang telah menguatkan mereka bertahun-tahun. Netflix menggambarkannya sebagai "akhir pekan yang penuh bongkar muat emosional".
Tak hanya soal sinema, pernyataan Goldberg baru-baru ini soal kecerdasan buatan (AI) ikut mencuri perhatian. Di tengah desakan industri untuk mengadopsi AI—seperti yang disuarakan Demi Moore di Festival Film Cannes—Goldberg justru menolak didikte. Dalam acara The View, ia menegaskan: "Saya tidak suka dipaksa. Teknologi itu baik, tapi saya akan menggunakannya dengan cara saya sendiri, bukan karena orang lain menyuruh saya lekas beradaptasi." Goldberg bahkan mengkritik waktu sosialisasi yang buruk: "Seharusnya dua tahun lalu mereka mulai mendorong, bukan sekarang, saat semuanya sudah terlanjur berjalan."
Sikap Goldberg kontras dengan Demi Moore yang di Cannes justru mendorong kolaborasi dengan AI. "Melawan AI adalah pertempuran yang akan kita kalahkan. Jadi, mencari cara bekerja sama adalah jalan yang lebih bernilai," ujar Moore. Perbedaan pandangan ini memotret dilema Hollywood: di satu sisi efisiensi dan inovasi, di sisi lain kekhawatiran akan hilangnya esensi kreativitas.
Bagi Indonesia, film ini mungkin belum memiliki tanggal rilis, tetapi kehadiran Michelle Obama sebagai produser memicu rasa penasaran. Higher Ground sebelumnya merilis dokumenter American Factory yang memenangi Oscar, dan kini mencoba genre komedi dengan formula drama keluarga yang universal. Apakah cerita tentang persahabatan dan kesedihan ini akan menyentuh penonton Indonesia? Belum ada jadwal tayang, tapi satu hal pasti: perdebatan soal AI di industri kreatif juga relevan di Tanah Air, di mana platform streaming dan rumah produksi lokal mulai bereksperimen dengan teknologi serupa.
Yang menarik, Goldberg menolak terburu-buru, tapi ia mengakui AI akan ia pelajari pada waktunya. "Ini seperti internet dulu—ada sisi baik dan buruknya," katanya. Pertanyaannya, mampukah industri film Indonesia menyeimbangkan inovasi tanpa mengorbankan esensi cerita manusiawi seperti yang diusung Women Like Us?



