Duel Bos Tinju vs Bos UFC: Eddie Hearn Tantang Dana White, Bayaran Rp480 Miliar per Orang
Baca dalam 60 detik
- Promotor tinju Eddie Hearn secara terbuka menantang CEO UFC Dana White untuk bertarung di ring tinju, dengan perkiraan bayaran masing-masing mencapai 30 juta dolar AS.
- Hearn mengakui kemampuan tinjunya terbatas, namun yakin pertarungan ini akan menjadi salah satu yang paling menguntungkan dalam sejarah tinju karena gengsi dan popularitas kedua tokoh.
- Perseteruan verbal antara kedua petinggi olahraga ini telah berlangsung berbulan-bulan, dan kini Hearn ingin menyelesaikannya di atas ring demi sensasi dan keuntungan finansial.

Promotor tinju asal Inggris, Eddie Hearn, secara mengejutkan menyatakan kesiapannya untuk naik ring melawan bos UFC, Dana White. Bukan sekadar gertakan, Hearn bahkan yakin duel tersebut bisa menghasilkan pendapatan hingga 30 juta dolar AS atau setara Rp480 miliar per orang, menjadikannya salah satu laga paling mahal dalam sejarah olahraga tarung.
Pernyataan itu disampaikan Hearn dalam wawancara dengan majalah The Ring. Pria berusia 47 tahun yang menaungi petinju kelas berat Anthony Joshua itu mengaku terpicu oleh pernyataan White di acara Piers Morgan yang menyebut dirinya siap bertarung. “Mereka bertanya, ‘Mau lawan Dana White?’ Saya jawab, ‘Ya, ayo.’ Lalu mereka bilang Eddie sudah menerima,” ujar Hearn.
Meski mengakui kemampuan tinjunya pas-pasan—hanya beberapa pertarungan amatir di masa muda—Hearn menilai faktor gengsi dan rivalitas bisnis akan membuat laga ini sangat laku. “Saya tidak bisa bertarung. Dia mungkin lebih unggul. Tapi ini bukan soal siapa yang lebih jago, ini soal angka,” katanya. Ia bahkan menyebut duel ini berpotensi menjadi “salah satu pertarungan terbesar dalam tinju.”
Bagi penggemar olahraga tarung di Indonesia, kabar ini menambah daftar panjang duel “eksibisi” yang mengundang rasa penasaran. Tren pertarungan nonprofesional—seperti yang dilakukan YouTuber Logan Paul melawan Floyd Mayweather—semakin populer dan menguntungkan. Jika terealisasi, laga Hearn vs White bisa menjadi tontonan global yang juga dinikmati penonton Tanah Air melalui layanan streaming atau siaran langsung.
Hearn sendiri tidak menampik bahwa motivasi utamanya adalah uang. “Dia bilang tidak butuh uang. Saya butuh! Saya selalu ingin uang. Betapa menyenangkannya itu?” ujarnya. Sikap blak-blakan ini justru membuat publik semakin penasaran: akankah White benar-benar menerima tantangan, atau hanya sekadar bualan di atas ring media?
Jika pertarungan ini benar-benar terjadi, para pengamat memperkirakan akan ada negosiasi rumit terkait kelas berat, aturan, dan pembagian keuntungan. Namun satu hal yang pasti: dunia olahraga tarung akan kembali dihebohkan oleh dua tokoh yang lebih sering beradu argumen di belakang meja daripada beradu pukulan di atas ring.



