Bud Cauley Akhirnya Juara PGA Tour, Comeback Dramatis Setelah Kecelakaan Mobil
Baca dalam 60 detik
- Bud Cauley meraih gelar PGA Tour pertamanya di Canadian Open, delapan tahun setelah kecelakaan mobil yang nyaris mengakhiri kariernya.
- Kemenangan ini menjadi puncak perjuangan panjang sang pegolf Amerika setelah mengalami patah tulang rusuk, paru-paru kolaps, dan cedera kaki.
- Matt Fitzpatrick dari Inggris finis di posisi kedua, sementara Viktor Hovland menempati peringkat ketiga dalam turnamen di Caledon, Ontario.

Bud Cauley akhirnya memecahkan kebuntuan di PGA Tour dengan memenangi Canadian Open, Minggu (2/6), menuntaskan perjalanan panjang pemulihan sejak kecelakaan mobil yang nyaris merenggut kariernya delapan tahun lalu. Pegolf Amerika berusia 36 tahun itu menembak skor 65 pada putaran final, lima di bawah par, untuk finis dengan total 17-under 263 di Caledon, Ontario.
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Cauley dalam 239 start di PGA Tour, sebuah pencapaian yang terasa mustahil pada 2018. Saat itu, ia menjadi penumpang mobil yang mengalami kecelakaan parah, mengakibatkan enam patah tulang rusuk, paru-paru kolaps, dan patah kaki kiri. Meski kembali bermain empat bulan kemudian, komplikasi pada 2020 memaksanya absen dari tur profesional hingga 2024.
"Ada masa-masa ketika saya cedera dan kami tidak benar-benar yakin apakah saya bisa bermain lagi," ujar Cauley, seperti dikutip BBC. "Begitu banyak orang membantu saya sampai di sini. Begitu saya mendapat kesempatan bermain lagi, saya hanya berkata pada diri sendiri bahwa saya akan melakukan segalanya dengan cara yang benar dan memberikan diri saya kesempatan terbaik."
Cauley memulai hari final tertinggal satu pukulan dari pemimpin klasemen Jackson Suber, namun ia mengambil alih kendali di sembilan hole terakhir. Empat birdie dalam lima hole memberinya keunggulan tiga pukulan menjelang hole ke-16. Sementara itu, Fitzpatrick mencatat skor 64 pada putaran keempat untuk naik 10 posisi ke peringkat kedua, tetapi peluangnya pupus setelah bogey di hole ke-17.
Kemenangan ini tidak hanya menjadi kebangkitan pribadi, tetapi juga menyoroti ketangguhan mental atlet dalam menghadapi cedera berat. Di Indonesia, kisah Cauley bisa menjadi inspirasi bagi pegolf Tanah Air yang tengah berjuang menembus level internasional. Meskipun golf Indonesia belum memiliki wakil di PGA Tour, perjuangan atlet seperti Cauley menunjukkan bahwa jalan menuju puncak sering kali penuh rintangan.
Fitzpatrick, yang finis kedua, mengaku puas dengan performanya. "Ini minggu yang baik. Saya akan menerimanya di awal pekan. Saya merasa ada banyak hal positif di sana. Putting saya sedikit bermasalah minggu lalu, dan saya merasa proses yang saya kerjakan minggu ini menunjukkan hasil. Saya melakukan putting dengan sangat solid," katanya.
Dengan kemenangan ini, Cauley tidak hanya mengamankan gelar pertamanya, tetapi juga membuka peluang untuk bersaing di turnamen-turnamen besar selanjutnya. Pertanyaannya, mampukah ia mempertahankan performa ini dan menembus jajaran elit PGA Tour secara konsisten? Atau akankah ini menjadi momen puncak yang sulit diulang? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun kisah comeback Cauley telah memberikan warna baru di dunia golf profesional.