Dandri Dauri: Selebrasi Unik Manajer Borneo FC yang Merangkul Suporter
Baca dalam 60 detik
- Manajer Borneo FC Dandri Dauri merayakan gol dengan memeluk suporter, bukan sekadar bersorak di pinggir lapangan.
- Pendekatan kekeluargaan ini dinilai sebagai kunci kebersamaan tim dan pendukung dalam perburuan gelar Liga 1.
- Dandri menegaskan Borneo FC bukan milik segelintir orang, melainkan milik seluruh masyarakat Kalimantan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4909196/original/091860900_1722788402-Borneo_FC_-_Ilustrasi_Logo_Borneo_FC_2024_copy.jpg)
Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, memiliki ritual selebrasi yang tak lazim di Liga 1: setiap kali pemainnya mencetak gol, ia justru berlari ke arah tribun dan memeluk suporter. Bukan sekadar formalitas, gaya ini lahir dari prinsip kekeluargaan yang ia tanamkan sejak lama, menjadikannya figur yang dikenal dekat dengan pemain dan pendukung setia Pesut Etam.
Pria yang telah berkecimpung di sepak bola Kalimantan Timur selama 24 tahun ini mengaku tidak ingin atmosfer pertandingan hanya dirasakan oleh tim di lapangan. "Saya bekerja dengan hati. Saya tidak mau hanya melibatkan kami saja yang di tim, tapi bagaimana atmosfer itu bisa hadir di penonton juga," ujarnya dalam kanal YouTube Konspirata Podcast. Bagi Dandri, suporter adalah bagian tak terpisahkan dari keluarga besar Borneo FC.
Kebiasaan ini ia terapkan secara konsisten, baik saat laga kandang di Stadion Segiri maupun tandang. Jika bermain di luar kota, Dandri memastikan tetap melibatkan penggemar melalui siaran langsung di media sosial. "Kegembiraan bahkan kesedihan pun saya libatkan," tegasnya. Langkah ini dinilai berhasil menciptakan ikatan emosional yang kuat antara tim dan pendukung, menjadi salah satu faktor di balik konsistensi Borneo FC sebagai penantang gelar dalam beberapa musim terakhir.
Dandri juga mengingatkan bahwa Borneo FC bukanlah milik segelintir orang. "Borneo itu bukan hanya milik seorang Bung Nabil Husein, tetapi sudah menjadi milik warga Samarinda. Bahkan hari ini Borneo itu milik seluruh warga yang ada di Kalimantan," katanya. Pernyataan ini menegaskan komitmennya untuk menjaga klub sebagai ikon kebanggaan regional, terutama karena Borneo FC menjadi satu-satunya wakil Kalimantan yang masih bertahan di Liga 1.
Di balik gaya energiknya yang identik dengan celana pendek dan sepatu oranye, Dandri mengaku tidak merasa pantas menilai dirinya sendiri. "Penilaian teman-teman adalah sebuah hal yang saya anggap positif," ujarnya rendah hati. Namun, pengamat sepak bola menilai pendekatan manajerial Dandri yang mengedepankan kebersamaan dan keterlibatan suporter menjadi resep sukses yang patut ditiru klub lain.
Ke depan, dengan pelatih anyar asal Portugal, Mauro Jeronimo, Borneo FC bertekad merebut gelar juara. Pertanyaannya, mampukah gaya unik Dandri Dauri terus mempertahankan semangat kolektif yang sudah terbangun, atau justru tekanan target juara akan mengubah dinamika yang ada?



