Shin Tae-yong dan Mariano Peralta: Duet Baru yang Bisa Mengubah Wajah Persija Jakarta
Baca dalam 60 detik
- Persija Jakarta resmi mengontrak winger Argentina Mariano Peralta, pemain terbaik BRI Super League musim lalu, di bawah arahan pelatih baru Shin Tae-yong.
- Pengamat sepak bola Mohamad Kusnaeni menilai Peralta memiliki kemampuan adaptasi tinggi dan cocok dengan skema defend counter ala Shin Tae-yong.
- Kunci keberhasilan duet ini terletak pada kecepatan membangun chemistry antara pelatih dan pemain, serta dukungan penuh dari manajemen dan suporter.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5140626/original/044911100_1740225865-Persita_Tangerang_vs_Borneo_FC-32.jpg)
Persija Jakarta mengambil langkah besar dengan menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala dan mengamankan jasa Mariano Peralta, winger tajam asal Argentina yang menjadi pemain terbaik BRI Super League musim 2025/2026. Keputusan ini tidak hanya mengejutkan publik sepak bola nasional, tetapi juga memicu optimisme bahwa Macan Kemayoran akan tampil dengan wajah baru yang lebih agresif dan terstruktur.
Peralta, yang musim lalu mencetak 20 gol dan 14 assist dalam 34 pertandingan bersama Borneo FC Samarinda, diakui langsung oleh Shin Tae-yong dalam konferensi pers di Jakarta International Stadium, Senin (8/6/2026). โSaya senang dengan kedatangan Peralta. Saya ingin menyambutnya dengan senang hati,โ ujar pelatih asal Korea Selatan itu. Perpindahan ini terbilang mengejutkan karena Borneo FC jarang melepas pemain bintangnya, apalagi yang sedang dalam performa puncak.
Pengamat sepak bola Mohamad Kusnaeni, melalui kanal YouTube BlindSpot, memberikan analisis mendalam mengenai potensi duet Shin Tae-yong dan Peralta. Menurut Kusnaeni, Peralta adalah tipe pemain yang pintar dalam mencari posisi, memiliki skill individu mumpuni, dan mampu memenangkan duel satu lawan satu. โDia bukan sekadar pemberi assist, tetapi juga finisher yang bagus. Pelatih mana pun bisa memanfaatkan kemampuannya,โ kata Kusnaeni.
Kusnaeni juga menyoroti kecocokan Peralta dengan skema permainan Shin Tae-yong yang dikenal mengandalkan defend counter dan transisi cepat melalui sisi sayap. โPeralta akan cocok dalam eranya Shin Tae-yong. Namun, persoalan kultur sepak bola dan chemistry menjadi tantangan,โ imbuhnya. Pengalaman Shin Tae-yong bersama tim nasional Indonesia menunjukkan bahwa ia mampu membangun tim yang solid dengan disiplin taktik tinggi, tetapi adaptasi pemain asing dengan budaya baru selalu membutuhkan waktu.
Persija sendiri tengah berada dalam masa transisi setelah ditinggalkan Mauricio Souza. Kehadiran Shin Tae-yong diharapkan membawa filosofi baru yang lebih terstruktur, sementara Peralta diharapkan menjadi ujung tombak serangan. Namun, Kusnaeni mengingatkan bahwa manajemen dan suporter harus memberikan waktu bagi keduanya untuk saling menyesuaikan diri. โKeduanya harus segera nyambung agar Shin Tae-yong bisa memaksimalkan kemampuan Peralta,โ tegasnya.
Langkah Persija ini juga menjadi sinyal bahwa klub ibu kota serius bersaing di papan atas musim depan. Dengan rekrutan bintang seperti Peralta dan pelatih berkelas internasional, ekspektasi publik pun meningkat. Pertanyaan besarnya: mampukah duet Shin Tae-yong dan Mariano Peralta mengembalikan kejayaan Persija Jakarta?
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456433/original/076534600_1766886064-1000740809.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260609/original/038756500_1781610979-Pemain_Baru_Persebaya__dok_Persebaya_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4510968/original/042717000_1690042370-Persik_Kediri_-_Yusuf_Meilana_Fuad_Burhani_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5916792/original/069199100_1778815278-548845334_18142649845421517_5061483859199162001_n.jpg)