Shuto Machino: Dari Bangku Cedera ke Panggung Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Penyerang Borussia Mönchengladbach, Shuto Machino, dipanggil masuk skuad Jepang untuk Piala Dunia 2026 menggantikan Wataru Endo yang cedera.
- Musim lalu, Machino hanya mencetak tiga gol di Bundesliga, jauh dari torehan 11 golnya bersama Holstein Kiel pada musim sebelumnya.
- Pelatih Gladbach, Eugen Polanski, optimistis performa Machino akan meningkat di musim keduanya bersama klub.

Shuto Machino, penyerang Borussia Mönchengladbach, resmi masuk dalam skuad Jepang untuk Piala Dunia 2026 setelah Wataru Endo mundur karena cedera. Pemain berusia 26 tahun ini diharapkan menjadi senjata baru bagi Samurai Biru di turnamen empat tahunan tersebut.
Machino bukan nama asing di pentas internasional. Ia sebelumnya menjadi pengganti Yuta Nakayama pada Piala Dunia 2022. Kini, ia kembali dipanggil pelatih Hajime Moriyasu untuk mengisi satu dari 26 slot tim Jepang. Dengan postur fisik yang kuat dan naluri mencetak gol, Machino dinilai mampu menjadi opsi serangan yang fleksibel—baik sebagai ujung tombak maupun penarik perhatian untuk membuka ruang bagi rekan setim.
Perjalanan Machino musim ini tidak mulus. Setelah mencetak 11 gol dalam 32 penampilan Bundesliga bersama Holstein Kiel pada 2024/25, ia pindah ke Gladbach. Namun, cedera betis membuatnya kehilangan sebagian besar pramusim. Hasilnya, ia hanya mencetak tiga gol dan satu assist dalam 32 laga Bundesliga, serta satu gol di DFB Cup. Meski begitu, kontribusinya membantu Gladbach menghindari degradasi di bawah asuhan Eugen Polanski.
Pelatih Gladbach, Eugen Polanski, melihat potensi besar pada Machino. "Ia bergabung terlambat dan langsung cedera, nyaris tanpa pramusim. Dalam kariernya, musim kedua biasanya lebih baik dari pertama. Itulah yang ingin kami bangun sekarang," ujar Polanski. Sementara itu, mantan pelatihnya di Holstein Kiel, Marcel Rapp, memuji kemampuan Machino sebagai pencetak gol sejati. "Shuto adalah pencetak gol sejati dengan penyelesaian akhir yang baik, baik dengan kaki kanan, kiri, maupun kepala. Ia juga punya insting tepat di kotak penalti. Mentalitasnya adalah pemain tim sejati," kata Rapp.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kiprah Machino menjadi sorotan karena Jepang adalah salah satu rival utama di Asia. Kehadiran pemain seperti Machino menunjukkan kedalaman skuad Jepang yang luar biasa. Dengan gaya bermain yang adaptif, ia bisa menjadi ancaman serius bagi pertahanan lawan. Pertanyaannya, mampukah Machino mengulangi performa gemilangnya seperti saat membela Holstein Kiel di panggung terbesar sepak bola dunia?
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259639/original/037942700_1781508508-nil_2.jpg)

