Everton Incar Penerus Lukaku: Lois Openda Jadi Target Utama di Bursa Transfer
Baca dalam 60 detik
- Everton dikabarkan mendapat tawaran dari Juventus untuk merekrut penyerang Belgia Lois Openda dengan banderol sekitar £40 juta.
- Openda, yang sempat moncer di RB Leipzig dengan 43 gol dalam dua musim, dinilai sebagai sosok ideal untuk mengatasi krisis gol Everton pasca-kepergian Romelu Lukaku.
- Persaingan ketat dengan Nottingham Forest dan Coventry City membuat Everton harus bergerak cepat jika ingin mengamankan jasa pemain 26 tahun tersebut.

Everton berpotensi mendapatkan penyerang haus gol yang telah lama mereka idamkan. Klub asal Liverpool itu dikabarkan tengah menjajaki kemungkinan merekrut Lois Openda, striker Belgia yang saat ini terikat kontrak dengan Juventus, dengan nilai transfer sekitar £40 juta.
David Moyes, yang musim lalu sukses membawa The Toffees finis aman di papan tengah Premier League, kini dituntut untuk membawa timnya ke level yang lebih tinggi. Tekanan dari suporter semakin besar setelah Everton menempati stadion baru Hill Dickinson dan telah sembilan tahun absen dari kompetisi Eropa. Untuk memenuhi ambisi tersebut, Moyes membutuhkan amunisi baru di lini depan yang telah tumpul dalam beberapa musim terakhir.
Openda menjadi sorotan setelah laporan dari Football Insider mengungkapkan bahwa Juventus menawarkan pemain tersebut ke Everton. Meski Openda akan bergabung dengan Si Nyonya Tua secara permanen musim panas ini, klub Italia itu berniat melepasnya dengan harga sekitar £40 juta. Juventus bersedia meminjamkan Openda dengan opsi pembelian, namun Nottingham Forest dan Coventry City juga dikabarkan tertarik.
Ketertarikan Everton pada Openda tidak lepas dari catatan impresifnya bersama RB Leipzig. Dalam dua musim di Jerman, pemain berusia 26 tahun itu mencetak 43 gol, hanya kalah dari Harry Kane dan Serhou Guirassy pada musim 2023/24. Seb Stafford-Bloor, analis sepak bola, bahkan menyebut Openda sebagai pemain yang "menakutkan" karena kemampuannya dalam memenangkan duel dan kecepatan di belakang pertahanan lawan. Rata-rata 8,3 sentuhan di kotak penalti lawan per 90 menit menunjukkan naluri predatornya yang selama ini hilang sejak kepergian Romelu Lukaku.
Lukaku sendiri menjadi tolok ukur kesuksesan striker di Everton. Didatangkan dengan harga £28 juta pada 2014, pemain Belgia itu mencetak 71 gol dalam 133 penampilan sebelum dijual ke Manchester United seharga £90 juta. Namun, sejak kepergiannya pada 2017, Everton gagal menemukan pengganti yang sepadan. Beto dan Thierno Barry, dua striker utama musim lalu, hanya mampu mengemas 17 gol gabungan—sebuah angka yang jelas tidak cukup untuk membawa tim bersaing di papan atas.
Bagi Everton, merekrut Openda bukan sekadar menambah opsi serangan, tetapi juga langkah strategis untuk mengakhiri puasa gelar Eropa. Dengan fasilitas baru dan basis suporter yang besar, klub asal Merseyside itu harus berani bersaing di bursa transfer. Namun, persaingan dengan klub-klub Premier League lainnya seperti Nottingham Forest dan Coventry City membuat negosiasi tidak akan mudah. Moyes dan jajaran direksi harus bergerak cepat dan cerdas agar tidak kehilangan kesempatan mendatangkan striker yang bisa menjadi ikon baru di Goodison Park.
Jika transfer ini terwujud, Openda tidak hanya diharapkan mengulang sukses Lukaku, tetapi juga membawa Everton kembali ke pentas Eropa. Pertanyaannya, akankah manajemen Everton mampu mengamankan tanda tangan pemain yang dijuluki "penerus Lukaku" ini di tengah gempuran klub-klub lain?



