Piala Dunia 2026: Meksiko Taklukkan Afrika Selatan di Tengah Hujan Kartu Merah
Baca dalam 60 detik
- Meksiko mengawali Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan meski harus bermain dengan 10 pemain.
- Laga Grup A diwarnai tiga kartu merah, dua untuk Afrika Selatan dan satu untuk Meksiko, menjadikannya pertandingan paling keras di turnamen sejauh ini.
- Kemenangan ini menempatkan Meksiko di puncak klasemen sementara Grup A, membuka peluang besar lolos ke fase gugur.
Piala Dunia 2026 resmi dimulai dengan kejutan: tuan rumah Meksiko sukses mengalahkan Afrika Selatan 2-0 dalam laga pembuka Grup A, Jumat (12/6/2026) waktu setempat, meskipun pertandingan diwarnai tiga kartu merah yang membuat kedua tim kehilangan pemain.
Bertanding di hadapan publik sendiri di Mexico City Stadium, Meksiko tampil agresif sejak menit awal. Julian Quinones membuka keunggulan pada babak pertama, disusul gol Raul Jimenez di babak kedua. Namun, kemenangan ini tidak diraih tanpa drama: bek Cesar Montes menerima kartu merah pada menit ke-70, memaksa Meksiko bermain dengan 10 orang selama 20 menit terakhir.
Afrika Selatan, yang juga kehilangan dua pemain akibat kartu merah—Sphephelo Sithole dan Themba Zwane—harus mengakhiri laga dengan sembilan pemain. Meskipun sempat memberikan perlawanan sengit, mereka gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain saat Meksiko kehilangan Montes. Pertandingan ini menjadi salah satu yang paling keras di fase grup sepanjang sejarah Piala Dunia.
Kemenangan ini menempatkan Meksiko di puncak klasemen sementara Grup A dengan tiga poin, posisi ideal untuk melaju ke babak 16 besar. Bagi Afrika Selatan, kekalahan ini menjadi pukulan berat, mengingat mereka harus bermain dengan sembilan pemain dan kini berada di dasar klasemen. Laga selanjutnya akan menjadi penentu bagi kedua tim: Meksiko akan menghadapi lawan yang lebih berat, sementara Afrika Selatan harus bangkit jika ingin menjaga asa lolos.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, Piala Dunia 2026 yang digelar di tiga negara (AS, Meksiko, Kanada) menjadi tontonan menarik karena perbedaan zona waktu yang lebih bersahabat dibanding edisi sebelumnya. Pertandingan-pertandingan di Meksiko, termasuk laga pembuka ini, dapat disaksikan pada siang hingga sore hari WIB, memberikan akses lebih mudah bagi penonton Tanah Air. Selain itu, performa tim-tim non-unggulan seperti Afrika Selatan kerap menjadi inspirasi bagi negara berkembang, termasuk Indonesia, yang masih berjuang untuk tampil di Piala Dunia.
Dengan kemenangan ini, Meksiko menunjukkan bahwa status tuan rumah bukan sekadar seremoni. Namun, kartu merah yang diterima Cesar Montes menjadi peringatan: disiplin pemain akan diuji sepanjang turnamen. Pertanyaan selanjutnya, akankah Meksiko mampu mempertahankan konsistensi tanpa pemain kunci di laga-laga berikutnya? Atau justru Afrika Selatan yang akan bangkit dan membuat kejutan?
