Tim Allen Buka Suara: Konflik Pemeran 'Home Improvement' Jadi Batu Sandungan Reboot
Baca dalam 60 detik
- Tim Allen mengungkapkan bahwa masalah kepribadian di antara para pemain 'Home Improvement' menjadi penyebab utama terhambatnya rencana reboot serial legendaris tersebut.
- Zachery Ty Bryan, yang memerankan putra sulung, tengah menghadapi masalah hukum serius termasuk hukuman penjara, sementara dua pemeran putra lainnya sudah meninggalkan dunia akting.
- Meskipun Allen bermimpi menghadirkan kisah baru yang berfokus pada ketiga putranya, realitas di balik layar membuat proyek itu sulit diwujudkan dalam waktu dekat.

Rencana menghidupkan kembali serial ikonik era 1990-an, Home Improvement, kembali menemui jalan buntu. Tim Allen, sang pemeran utama sekaligus ikon komedi situasi itu, secara blak-blakan mengungkapkan bahwa gesekan antarpemain menjadi biang kerok mandeknya proyek yang sudah lama dinantikan para penggemar tersebut.
Dalam wawancara dengan Us Weekly saat mempromosikan film terbarunya Toy Story 5, Allen yang kini berusia 72 tahun menegaskan bahwa meskipun diskusi tentang reboot terus bergulir, prosesnya selalu mentok. “Mereka terus bicara soal bagaimana proyek ini bisa maju, tapi selalu macet karena ada masalah kepribadian dengan anak-anak sekarang,” ujar Allen, merujuk pada para aktor yang memerankan ketiga putranya di layar kaca.
Allen menyebut Zachery Ty Bryan, Jonathan Taylor Thomas, dan Taran Noah Smith memiliki “urusan masing-masing” tanpa merinci lebih jauh. Namun, ia membayangkan cerita reboot yang ideal: “Akan keren jika kisahnya berfokus pada mereka. Tapi saat ini, itu cukup menantang, untuk tidak mengatakan apa adanya.”
Meski Allen enggan menyebut nama, dugaan kuat mengarah pada Zachery Ty Bryan yang tengah dililit masalah hukum. Aktor berusia 44 tahun itu baru saja dijatuhi hukuman 19 bulan penjara pada Maret lalu karena melanggar masa percobaan. Hukuman itu dijalani secara virtual karena Bryan sudah mendekam di penjara California akibat vonis 16 bulan atas kasus mengemudi dalam pengaruh alkohol (DUI) pada 2024. Kasus DUI itu terjadi saat ia masih dalam masa percobaan atas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada 2023. Ketentuan masa percobaan melarangnya mengonsumsi alkohol, meninggalkan wilayah tanpa izin, melakukan kejahatan baru, atau menghubungi korban. Namun, Bryan justru ditangkap lima kali di tiga negara bagian berbeda—setiap kali melanggar masa percobaannya—dan kini juga menghadapi tuduhan DUI di Oklahoma. Otoritas setempat disebut berencana mengekstradisinya begitu masa hukumannya di California selesai.
Sementara itu, dua pemeran putra lainnya memilih jalur berbeda. Jonathan Taylor Thomas, yang populer sebagai Randy, sudah lama vakum dari dunia akting setelah karier yang diharapkan gemilang pasca-Home Improvement justru meredup. Ia hanya tampil di beberapa serial kecil di era 2000-an, termasuk di acara Allen, Last Man Standing (2013–2015). Adapun Taran Noah Smith, yang memerankan Mark, putra bungsu, memutuskan meninggalkan akting begitu serial itu berakhir. Dalam wawancara tahun 2001, Smith mengaku, “Saya memulai Home Improvement saat berusia tujuh tahun, dan acara itu berakhir ketika saya 16 tahun. Saya tidak pernah punya kesempatan memutuskan apa yang ingin saya lakukan dalam hidup. Saat 16, saya tahu saya tidak ingin berakting lagi.”
Di Indonesia, Home Improvement sempat populer di era 1990-an melalui tayangan televisi lokal, menjadikannya bagian dari nostalgia generasi X dan milenial awal. Kegalauan para penggemar di Tanah Air pun ikut terasa, mengingat serial ini kerap dianggap sebagai salah satu sitkom keluarga terbaik yang pernah tayang. Namun, dengan kondisi para pemain yang terpecah—satu di penjara, dua lainnya sudah jauh dari industri—peluang reboot benar-benar berada di ujung tanduk. Pertanyaan besarnya: mampukah Tim Allen merangkul kembali “anak-anaknya” di layar kaca, atau akankah Home Improvement selamanya menjadi kenangan?



