Pochettino: Tak Ada Pidato Motivasi, Mental Pemain Kunci Hadapi Paraguay
Baca dalam 60 detik
- Pelatih AS Mauricio Pochettino menolak pidato motivasi jelang laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan Paraguay, menilai persiapan mental pemain sudah matang.
- Pochettino memprediksi pertandingan akan berjalan sulit, mengingat agresivitas dan kualitas Paraguay di bawah asuhan Gustavo Alfaro.
- AS dalam kondisi skuad penuh, dengan keputusan akhir soal kiper utama dan starter Chris Richards masih ditentukan.
Mauricio Pochettino, pelatih Timnas Amerika Serikat, menegaskan bahwa tidak ada pidato motivasi khusus yang akan ia sampaikan kepada anak asuhnya jelang laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan Paraguay di Los Angeles Stadium, Jumat (12/6). Menurutnya, waktu untuk berbicara sudah berlalu; yang terpenting saat ini adalah kesiapan mental dan emosional para pemain.
Dalam konferensi pers jelang pertandingan, Pochettino mengaku sudah cukup banyak berkomunikasi dengan skuadnya selama persiapan. "Saya sudah berbicara terlalu banyak. Jangan harap ada pidato luar biasa pada Jumat nanti," ujarnya. Ia justru meyakini bahwa pemain profesional sudah tahu bagaimana mempersiapkan diri secara mental tanpa perlu dorongan eksternal. "Jika mereka butuh motivasi saat latihan, itu urusan kemarin. Sekarang sudah terlambat untuk pidato inspiratif," tambahnya.
Keyakinan Pochettino ini didasari oleh hasil uji coba November lalu, di mana AS menang 2-1 atas Paraguay. Namun, ia tidak meremehkan lawan. "Saya tahu betul mentalitas Paraguay—agresif, kompetitif, dan punya kualitas. Mereka dilatih Gustavo Alfaro, pelatih hebat yang saya hormati. Pertandingan akan sangat sulit," kata pelatih asal Argentina tersebut.
Pochettino mengonfirmasi bahwa seluruh pemain dalam kondisi fit. Bek andalan Chris Richards, yang sebelumnya mengalami cedera pergelangan kaki, sudah dinyatakan siap bermain. Namun, staf pelatih masih akan memutuskan apakah pemain Crystal Palace itu akan diturunkan sejak awal atau hanya sebagai cadangan. Sementara itu, posisi penjaga gawang masih menjadi misteri—Pochettino enggan mengungkapkan apakah Matt Freese atau Matt Turner yang akan menjadi starter.
Bagi Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik karena Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara: AS, Kanada, dan Meksiko. Dengan adanya perwakilan Asia, termasuk kemungkinan Indonesia jika lolos kualifikasi, pertandingan pembuka seperti AS vs Paraguay bisa menjadi barometer persaingan antar zona. Gaya bermain agresif Paraguay yang mirip dengan tim-tim Amerika Latin lainnya kerap menjadi ujian bagi tim-tim non-unggulan, termasuk calon lawan Indonesia di babak kualifikasi nanti.
Pochettino menutup sesi konferensi pers dengan pesan tentang pentingnya fokus bertahap. "Yang terpenting adalah percaya pada diri sendiri, tapi harus melangkah selangkah demi selangkah. Jangan melihat bendera sebelum sampai di sana. Bukan hanya bagaimana memulai, tapi bagaimana melanjutkan dan menyelesaikan," katanya. Pertanyaan besarnya: mampukah AS mengatasi tekanan sebagai tuan rumah dan meraih kemenangan di laga perdana?



