Saham FORU Disuspensi BEI Setelah Melonjak 99%, KING dan IFSH Kembali Diperdagangkan
Baca dalam 60 detik
- BEI menghentikan sementara perdagangan saham FORU akibat kenaikan harga hampir dua kali lipat dalam sepekan, sebagai langkah perlindungan investor.
- Suspensi FORU berlaku mulai 19 Juni 2026 di pasar reguler dan tunai hingga pemberitahuan lebih lanjut.
- Bursa juga mencabut suspensi saham KING dan IFSH, yang sebelumnya dihentikan karena fluktuasi harga, menandakan normalisasi aktivitas perdagangan.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah tegas dengan menyuspensi saham PT Fortune Indonesia Tbk. (FORU) setelah harganya meroket 98,71% dalam sepekan terakhir, sementara dua saham lain, PT Hoffmen Cleanindo Tbk. (KING) dan PT Ifishdeco Tbk. (IFSH), resmi dibuka kembali dari penghentian perdagangan. Keputusan ini mencerminkan upaya otoritas bursa untuk menjaga kestabilan pasar dan melindungi investor dari potensi gejolak harga yang tidak wajar.
FORU, emiten di sektor jasa pemasaran, ditutup pada level Rp3.070 per saham sebelum suspensi. Lonjakan harga yang mencapai hampir 100% dalam waktu singkat memicu kekhawatiran BEI akan adanya spekulasi berlebihan. Menurut pengumuman resmi bursa, suspensi bertujuan sebagai mekanisme cooling down untuk memberi waktu bagi investor mencerna informasi dan mencegah aksi irasional. Langkah ini mulai berlaku pada 19 Juni 2026 di pasar reguler dan tunai, dan akan berlangsung hingga pengumuman lebih lanjut dari BEI.
Di sisi lain, BEI memutuskan membuka suspensi saham KING yang sebelumnya dihentikan pada 22 Mei 2026, serta IFSH yang disuspensi pada 10 Juni 2026. Pembukaan ini didasarkan pada evaluasi bursa terhadap kondisi perdagangan dan ketersediaan informasi dari kedua emiten. Keputusan ini memberikan sinyal positif bagi investor yang menantikan likuiditas kembali pulih.
Bagi investor Indonesia, aksi korporasi ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap pergerakan harga saham yang tidak wajar. BEI secara rutin melakukan suspensi sebagai bentuk perlindungan, namun pembukaan kembali saham KING dan IFSH menunjukkan bahwa bursa juga responsif terhadap perbaikan kondisi. Analis pasar menilai langkah ini dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap transparansi pasar modal nasional.
Ke depan, perhatian akan tertuju pada pergerakan harga FORU setelah suspensi dicabut. Akankah aksi profit taking terjadi atau justru tekanan beli berlanjut? Investor disarankan untuk selalu merujuk pada keterbukaan informasi resmi dari emiten sebelum mengambil keputusan.



