Piala Dunia 2026: Kapten Jepang Wataru Endo Dipastikan Absen, Samurai Blue Kehilangan Nyali di Lini Tengah
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Liverpool Wataru Endo gagal pulih dari cedera kaki dan resmi dicoret dari skuad Jepang untuk Piala Dunia 2026, hanya tiga hari sebelum laga perdana melawan Belanda.
- Pelatih Hajime Moriyasu sebelumnya optimistis Endo akan fit, namun operasi pada akhir Februari memaksanya pensiun dari tim nasional setelah 73 caps.
- Shuto Machino dari Borussia Mönchengladbach dipanggil sebagai pengganti, sementara bek Ko Itakura dipercaya memakai ban kapten.
Jepang harus menerima kenyataan pahit hanya tiga hari sebelum laga perdana Piala Dunia 2026: kapten sekaligus motor permainan Wataru Endo dipastikan absen karena cedera kaki yang tak kunjung pulih. Kepastian ini diumumkan langsung oleh direktur tim nasional Masakuni Yamamoto pada Kamis (12/6), memupus harapan publik Negeri Sakura yang sebelumnya optimistis sang gelandang Liverpool bisa tampil di turnamen empat tahunan tersebut.
Endo, yang memimpin Samurai Blue sepanjang babak kualifikasi, menjalani operasi pada akhir Februari lalu akibat cedera kaki. Meski sempat bermain 45 menit dalam laga uji coba melawan Islandia pada 31 Mei, kondisinya belum memungkinkan untuk tampil penuh. Ia bahkan berlatih terpisah dari rekan setim di Nashville dan baru kembali berlatih bersama secara parsial pada Rabu (11/6) sehari sebelum pengumuman.
Kepergian Endo menjadi pukulan berat bagi Jepang yang tergabung di Grup F bersama Belanda, Ekuador, dan Kamerun. Gelandang berusia 33 tahun itu merupakan jangkar lini tengah yang tak tergantikan, dengan visi permainan dan kemampuan membaca pertandingan yang menjadi andalan pelatih Hajime Moriyasu. Sebelumnya, Moriyasu kerap menyatakan keyakinannya bahwa Endo akan pulih tepat waktu untuk Piala Dunia.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Federasi Sepak Bola Jepang (JFA), Endo mengaku sudah berusaha maksimal untuk pulih dan tidak menyesali apa pun. “Tentu ada frustrasi karena tidak bisa bermain di Piala Dunia ini, tapi lebih dari itu, saya bangga telah memimpin tim ini sebagai kapten sejak Qatar 2022. Kami tumbuh bersama menjadi kelompok yang bisa bicara soal ‘memenangi Piala Dunia’ sebagai hal yang wajar,” ujarnya. Ia juga percaya tim yang ada sekarang mampu mengatasi kesulitan dan menunjukkan performa terbaik.
Sebagai pengganti, pelatih Moriyasu memanggil penyerang Borussia Mönchengladbach, Shuto Machino. Sementara ban kapten resmi diserahkan kepada bek tengah Ko Itakura, yang juga bermain di klub yang sama dengan Machino. Itakura sebelumnya pernah memakai ban kapten saat laga Kirin Challenge Cup melawan Kolombia pada Maret lalu.
Bagi Indonesia, kabar ini menjadi pengingat betapa pentingnya kedalaman skuad di turnamen besar. Jepang, yang kerap dijadikan tolok ukur sepak bola Asia, harus membuktikan bahwa mereka tetap kompetitif tanpa pemain kunci. Apakah Machino dan Itakura mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Endo? Laga perdana melawan Belanda akan menjadi ujian pertama yang sesungguhnya.



