Pesta Pembuka Piala Dunia 2026: Meksiko Hajar Afrika Selatan, Quinones Jadi Bintang
Baca dalam 60 detik
- Meksiko mengawali Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan di Stadion Mexico City, berkat gol Julian Quinones dan Raul Jimenez.
- Pertandingan diwarnai tiga kartu merah, termasuk pemain Afrika Selatan yang diusir setelah melanggar Jimenez di kotak penalti.
- Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Meksiko di laga pembuka Piala Dunia menjadi delapan pertandingan beruntun.
Meksiko memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Afrika Selatan di Stadion Mexico City, Minggu (14/6) waktu setempat. Dua gol dari Julian Quinones dan Raul Jimenez memastikan tuan rumah meraih tiga poin perdana di hadapan puluhan ribu pendukung yang memadati stadion.
Pertandingan baru berjalan sembilan menit ketika Quinones membuka keunggulan. Berawal dari aksi Erik Lira yang merebut bola dari gelandang Afrika Selatan, Sphephelo Sithole, Quinones melepaskan tembakan mendatar yang menjebol gawang Ronwen Williams. Gol tersebut menjadi awal dominasi Meksiko sepanjang babak pertama, meski beberapa peluang terbuang percuma.
Babak kedua menjadi lebih dramatis. Raul Jimenez yang berlari menuju gawang dijatuhkan oleh Sithole di tepi kotak penalti. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah bagi pemain Afrika Selatan tersebut. Unggul jumlah pemain, Meksiko semakin leluasa mengatur serangan. Pada menit ke-67, Quinones kembali menjadi kreator dengan memberikan umpan kepada Roberto Alvarado, yang kemudian diselesaikan dengan sempurna oleh Jimenez di tiang jauh.
Kemenangan ini tidak hanya penting bagi Meksiko secara poin, tetapi juga secara psikologis. Sebagai tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada, tekanan untuk tampil baik di depan publik sendiri sangat besar. Kehadiran petinju kelas dunia Canelo Alvarez di tribun turut menambah semarak atmosfer pertandingan. Pelatih Javier Aguirre bahkan memberikan debut kepada pemain berusia 17 tahun, Gilberto Mora, yang langsung disambut meriah suporter.
Bagi Afrika Selatan, kekalahan ini menjadi pukulan berat. Mereka harus segera bangkit jika ingin lolos dari grup yang juga dihuni tim-tim kuat lainnya. Catatan historis menunjukkan bahwa tim yang kalah di laga pembuka seringkali kesulitan melaju ke fase gugur. Namun, dengan masih ada dua pertandingan tersisa, peluang belum sepenuhnya tertutup.
Dari sisi taktik, Meksiko menunjukkan permainan kolektif yang rapi. Lini tengah yang digalang Lira dan Edson Alvarez mampu memutus aliran bola lawan, sementara kecepatan Quinones dan Alvarado di sayap merepotkan pertahanan Afrika Selatan. Jimenez, meski tidak terlalu dominan, tetap tajam di kotak penalti. Pertahanan Meksiko yang dikomandoi Cesar Montes juga tampil solid hingga akhir laga.
Piala Dunia 2026 edisi perdana dengan 48 tim ini menyajikan banyak kejutan. Meksiko, yang selama ini dikenal sebagai raja kualifikasi namun kerap gagal di babak 16 besar, berharap tren positif ini bisa membawa mereka lebih jauh. Pertanyaan besarnya: akankah El Tri mampu mempertahankan performa ini saat menghadapi lawan-lawan yang lebih berat di fase grup selanjutnya?


