Unilever Indonesia Kembali Sabet Gelar Perusahaan Terbaik di Asia: Ini Strategi SDM-nya
Baca dalam 60 detik
- Unilever Indonesia meraih penghargaan Best Companies to Work for in Asia 2026 untuk ketiga kalinya, menegaskan konsistensi dalam pengelolaan sumber daya manusia.
- Penghargaan ini menilai aspek keberagaman, inklusi, pemberdayaan teknologi, dan tempat kerja berkelanjutan yang diterapkan perusahaan.
- Prestasi ini menjadi sinyal positif bagi investor bahwa Unilever Indonesia memiliki fondasi SDM yang kuat untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) kembali mencatatkan prestasi di kancah regional dengan meraih penghargaan "Best Companies to Work for in Asia 2026" dari HR Asia. Ini merupakan kali ketiga perusahaan consumer goods tersebut menerima pengakuan yang sama, menandakan konsistensi dalam membangun budaya kerja yang adaptif dan inklusif.
Penghargaan yang digelar oleh HR Asia dan Business Media International (BMI) ini melibatkan 12 pasar Asia, termasuk Indonesia. Unilever Indonesia dinilai unggul dalam membina talenta multi-generasi, menerapkan model kerja fleksibel, serta memperkuat nilai keberagaman, inklusi, pemberdayaan teknologi, dan tempat kerja berkelanjutan. Bagi perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, reputasi sebagai tempat kerja terbaik menjadi salah satu faktor yang menarik minat investor, terutama di tengah persaingan merebut talenta di sektor fast-moving consumer goods (FMCG).
Direktur Human Resources Unilever Indonesia, Hendri Widiarta, menyatakan bahwa kekuatan perusahaan terletak pada talenta di dalamnya. Menurutnya, penghargaan ini memperkuat komitmen untuk terus membangun organisasi yang relevan, baik saat ini maupun di masa depan. Ia juga menekankan budaya "hungry to win" yang mendorong perusahaan menetapkan ambisi tinggi, bergerak cepat, dan menghadirkan dampak nyata. "Dengan budaya yang tepat dan orang-orang terbaik, kami yakin perusahaan dapat terus mendorong pertumbuhan berkelanjutan," ujarnya.
Bagi pasar tenaga kerja Indonesia, pengakuan ini menjadi benchmark bagi perusahaan lain yang ingin meningkatkan daya tarik sebagai employer of choice. Di era di mana talenta muda cenderung memilih perusahaan dengan nilai keberagaman dan fleksibilitas tinggi, Unilever Indonesia dinilai berhasil mengadaptasi tren tersebut. Hal ini juga relevan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pilar pertumbuhan ekonomi.
Ke depan, Unilever Indonesia berencana terus memperkuat kapabilitas karyawan melalui kolaborasi lintas generasi dan lingkungan kerja berbasis teknologi. Pertanyaannya, akankah strategi SDM ini mampu mempertahankan posisi Unilever di tengah tekanan bisnis dan perubahan preferensi konsumen? Jawabannya akan terlihat dari kinerja perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.



