Dewa United di Ujung Tanduk: Rekor Buruk di Kandang Bayangi Langkah ke Final IBL
Baca dalam 60 detik
- Dewa United belum pernah menang atas Pelita Jaya di Dewa United Arena sejak 2024, dengan lima kekalahan beruntun di kandang sendiri.
- Rekor 12 kemenangan beruntun Dewa United terhenti di Game 2, sementara Pelita Jaya datang dengan kepercayaan diri usai mematahkan kutukan di PJ Arena.
- Game 3 menjadi penentu: jika Dewa United kalah, langkah mereka menuju final IBL GoPay 2026 akan semakin berat.

Semifinal IBL GoPay 2026 antara Dewa United dan Pelita Jaya memasuki babak krusial. Bergeser ke Banten, Dewa United justru dihantui catatan buruk: belum sekalipun menang atas Pelita Jaya di kandang sendiri sejak 2024. Dalam lima pertemuan terakhir di Dewa United Arena, semuanya berakhir dengan kekalahan tuan rumah.
Setelah bermain imbang 1-1 di dua gim pertama yang digelar di PJ Arena, laga kini pindah ke markas Dewa United untuk gim ketiga dan keempat. Namun, alih-alih diuntungkan, tim asuhan Agusti justru berada dalam tekanan besar. Sejak 2024, Dewa United selalu kalah saat menjamu Pelita Jaya, termasuk di final IBL 2025 (77-94) dan pembuka musim reguler 2026 (82-98).
Pelita Jaya sendiri datang dengan momentum positif. Mereka berhasil mematahkan 12 kemenangan beruntun Dewa United di IBL sejak 1 April lalu, sekaligus menghapus kutukan selalu kalah dari Dewa United di PJ Arena. Kemenangan telak 93-79 di gim kedua menjadi suntikan moral besar bagi tim tamu.
Kunci permainan Dewa United ada di tangan Donell Cooper II. Playmaker ini menjadi pengatur serangan utama dengan rata-rata 10,5 assist per gim selama empat pertandingan playoffs. Namun, saat Cooper dikawal ketat, Dewa United kerap kehilangan ritme. Pelita Jaya diprediksi akan kembali menerapkan strategi tersebut untuk mematikan aliran bola tuan rumah.
Di kubu lawan, Perrin Buford menjadi ancaman utama. Pemain berusia 32 tahun itu mencatatkan triple-double di gim kedua dengan 28 poin, 12 rebound, dan 12 assist. Meski demikian, Buford harus menekan jumlah turnovers-nya yang mencapai enam kali di gim tersebut. Jika ia mampu bermain lebih efisien, Pelita Jaya akan semakin sulit dihentikan.
Bagi Dewa United, gim ketiga menjadi penentu. Kekalahan akan membuat mereka tertinggal 1-2 dan berada di tepi jurang. Sebaliknya, kemenangan akan mengembalikan kepercayaan diri dan membuka peluang untuk kembali ke final IBL, seperti yang mereka raih musim lalu setelah bangkit dari ketertinggalan di kandang lawan.
Pertandingan akan berlangsung Kamis (11/6) pukul 19.00 WIB di Dewa United Arena. Seluruh gim semifinal hanya bisa disaksikan melalui IBL TV dengan berlangganan membership. Pertanyaannya, mampukah Dewa United memutus rantai kekalahan kandang, atau justru Pelita Jaya yang akan semakin kokoh melangkah ke final?



