Toyota Akhiri Dominasi Ferrari, Rebut Gelar Le Mans 24 Jam
Baca dalam 60 detik
- Toyota memenangi Le Mans 24 Jam setelah pertarungan sengit dengan BMW dan Cadillac, mengakhiri tiga kemenangan beruntun Ferrari.
- Kemenangan ini menjadi yang keenam bagi Toyota di ajang balap ketahanan legendaris tersebut, berkat upgrade minor pada mobil dan dukungan penuh dari manajemen.
- Kehadiran pabrikan baru seperti Ford dan McLaren tahun depan menjanjikan persaingan yang semakin ketat di kelas hypercar.

Toyota berhasil memutus rantai dominasi Ferrari di ajang balap ketahanan paling bergengsi, Le Mans 24 Jam, setelah melalui pertarungan sengit hingga garis finis. Tim asal Jepang itu mengklaim kemenangan keenam mereka di sirkuit Circuit de la Sarthe, Prancis, dengan keunggulan tipis 10,9 detik atas BMW.
Mobil nomor tujuh yang dikemudikan oleh mantan pembalap Formula 1, Kamui Kobayashi, bersama Mike Conway asal Inggris dan Nyck de Vries dari Belanda, menjadi yang tercepat setelah menempuh jarak ribuan kilometer dalam 24 jam. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri rentetan tiga gelar beruntun Ferrari sejak kembali ke kelas puncak pada 2023. Ferrari, yang tahun lalu menang dengan mobil nomor 83 yang dikemudikan Robert Kubica, harus puas finis di posisi ketujuh setelah mengalami berbagai masalah, termasuk kontak awal dengan mobil lain dan kesulitan menyesuaikan diri dengan aturan 'balance of performance' yang kontroversial.
Persaingan di kelas hypercar musim ini semakin ketat dengan hadirnya pabrikan-pabrikan besar. BMW nyaris mencuri kemenangan melalui Robin Frijns yang finis kedua, sementara Cadillac yang dikemudikan mantan pembalap F1 Will Stevens harus puas di posisi keempat. Toyota sendiri membawa upgrade minor pada mobil mereka, yang diklaim menjadi faktor kunci di balik keberhasilan ini. โAkhirnya kami membawa mobil baru dan itulah yang membuatnya terjadi,โ ujar Kobayashi. โPak Toyoda-san (Chairman Toyota Akio Toyoda) telah mendukung besar-besaran โ akhirnya kami kembali ke puncak.โ
Kemenangan ini juga menjadi bukti ketangguhan Toyota yang tetap bertahan di ajang sportscar saat banyak pabrikan lain hengkang. Sebelum era dominasi Ferrari, Toyota memenangi Le Mans lima kali berturut-turut dari 2018 hingga 2022. Namun, dengan kembalinya pabrikan-pabrikan besar seperti Ferrari, Peugeot, Alpine, BMW, Cadillac, dan Aston Martin ke kelas hypercar sejak 2021, persaingan menjadi jauh lebih sengit. Tahun depan, Ford dan McLaren juga akan bergabung, menghidupkan kembali rivalitas legendaris Ford vs Ferrari. Selain itu, kabar bahwa juara dunia F1 empat kali Max Verstappen dikabarkan tertarik untuk turun di Le Mans menambah daya tarik ajang ini.
Bagi penggemar balap di Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan bahwa World Endurance Championship (WEC) semakin populer dan kompetitif. Dengan hadirnya pabrikan-pabrikan global, tidak menutup kemungkinan suatu saat pembalap Indonesia bisa menembus ajang bergengsi ini. Apalagi, Le Mans telah menjadi ajang yang ramah bagi mantan pembalap F1, seperti yang ditunjukkan oleh Kobayashi, Buemi, dan Stevens. Tahun depan, dengan kembalinya balapan enam jam WEC di Silverstone, persaingan di kelas hypercar diprediksi akan semakin memanas dan layak ditunggu.



