Hornbills Bawa Semangat Perang ke Kandang Sendiri demi Tiket Final IBL
Baca dalam 60 detik
- Hornbills dan Satria Muda imbang 1-1 di semifinal IBL GoPay 2026, Game 3 bergulir di Bogor.
- Pelatih Hornbills Cesar Camara Perez menyerukan 'perang' setelah timnya kalah di Game 2 akibat akurasi tembakan yang anjlok.
- Laga kandang di GOR Laga Tangkas menjadi penentu bagi Hornbills yang baru pertama kali lolos ke semifinal.

Bogor β Semifinal IBL GoPay 2026 menyajikan drama yang semakin panas. Hornbills, yang untuk pertama kalinya dalam sejarah franchise menembus babak empat besar, harus berbagi rekor 1-1 dengan Satria Muda Pertamina Bandung. Kini, mereka bersiap menjalani laga ketiga di kandang sendiri, GOR Laga Tangkas, dengan tekad membalikkan keadaan dan mendekati tiket final.
Pelatih kepala Hornbills, Cesar Camara Perez, tidak ragu menggunakan narasi perang untuk membakar semangat anak asuhnya. βKami siap berperang di pertandingan ketiga. Lawan sudah mendapatkan satu kemenangan, jadi kami harus merebutnya kembali,β ujarnya Minggu (7/6) malam. Meskipun kecewa dengan kekalahan 81-89 di Game 2, Perez mengapresiasi perjuangan tim yang tidak menyerah hingga akhir.
Performa Hornbills di dua laga awal memperlihatkan perbedaan signifikan. Setelah menang 99-93 di Bandung Arena pada Game 1, mereka justru tampil lemah di awal dan akhir Game 2. Pertahanan ketat Satria Muda berhasil menekan akurasi tembakan Hornbills dari 48 persen menjadi hanya 38 persen. Lebih parah lagi, dari 34 percobaan tembakan tiga angka, hanya sembilan yang masuk. Ini menjadi catatan serius yang harus segera diperbaiki.
Perez, yang sebelumnya menjadi asisten pelatih Satria Muda, memahami betul karakter lawannya. Ia mengakui bahwa menghentikan Satria Muda yang sudah mendapatkan momentum bukanlah pekerjaan mudah. Oleh karena itu, Hornbills harus memanfaatkan keuntungan bermain di kandang untuk meraih dua kemenangan beruntun, sehingga tidak perlu kembali ke Bandung untuk game kelima.
Bagi Hornbills, laga ini bukan sekadar soal teknis. Ini adalah ujian mental dan sejarah. Sebagai pendatang baru di semifinal, mereka harus membuktikan bahwa pencapaian ini bukan kebetulan. Satria Muda, yang sudah berpengalaman di panggung final, tentu tidak akan memberi hadiah. Pertandingan Rabu nanti akan menjadi barometer sejauh mana Hornbills mampu belajar dari kekalahan dan bangkit di hadapan pendukung sendiri.
Jika Hornbills sukses mengamankan Game 3 dan 4, mereka akan melaju ke final. Namun jika kalah di salah satu laga kandang, tekanan akan kembali ke pundak mereka saat harus bertandang ke Bandung. Pertanyaannya, mampukah Hornbills mengatasi tekanan dan menuliskan babak baru dalam sejarah klub?



