Pelita Jaya Samakan Kedudukan: Kekalahan Justru Memperkuat Soliditas Tim
Baca dalam 60 detik
- Pelita Jaya menang di Game 2 semifinal IBL 2026 setelah kalah di Game 1, memaksa best-of-five berlanjut.
- Pelatih David Singleton menilai kebangkitan pertahanan menjadi kunci kemenangan timnya.
- Rekor tandang Pelita Jaya di markas Dewa United sejak 2024 menjadi modal psikologis jelang dua laga berikutnya.

Pelita Jaya Basketball Jakarta memastikan langkah mereka menuju final IBL 2026 belum terhenti setelah menaklukkan Dewa United Banten pada laga kedua semifinal, Selasa (9/6) malam. Kemenangan ini membuat kedudukan seri 1-1 dalam format best-of-five, sekaligus membalikkan tekanan setelah kekalahan di pertandingan pembuka.
Yang menarik, justru kekalahan di Game 1 yang menjadi titik balik. Kepala pelatih David Singleton mengakui bahwa timnya tampil lebih kompak setelah mengalami kekalahan. "Kemenangan ini adalah usaha bagus dari seluruh elemen tim. Kami justru terlihat semakin solid setelah kalah di Game 1," ujarnya. Ia menambahkan bahwa pertahanan yang menjadi ciri khas Pelita Jaya sepanjang musim kembali muncul di laga kedua.
Meski demikian, Singleton tidak meremehkan lawan. Dewa United, menurutnya, membuat Pelita Jaya kerepotan dalam dua pertandingan awal. Namun, keberhasilan mengembalikan performa standar menjadi sinyal positif bagi tim asal Jakarta tersebut.
Catatan historis menunjukkan bahwa Dewa United bukanlah lawan yang menakutkan bagi Pelita Jaya, terutama saat bermain di kandang lawan. Sejak sistem home and away diterapkan pada 2024, Pelita Jaya selalu pulang dengan kemenangan dari Banten. Rekor itu mencakup musim reguler IBL 2024, IBL GoPay 2025, hingga Game 1 Final IBL 2025. Momen paling membekas adalah ketika Pelita Jaya merusak pesta pemberian cincin juara Dewa United tahun lalu.
Kini, Pelita Jaya akan memainkan dua laga tandang berturut-turut. Game 3 dijadwalkan Kamis (10/6) dan Game 4 pada Sabtu (13/6), keduanya di Dewa United Arena. Jika diperlukan Game 5, pertandingan akan kembali ke Bandung Arena untuk laga hidup-mati. Dengan rekor positif di kandang lawan, Pelita Jaya memiliki modal psikologis yang kuat. Namun, Dewa United pasti akan berusaha memanfaatkan dukungan penuh pendukungnya untuk membalikkan keadaan.
Pertanyaannya, mampukah Pelita Jaya mempertahankan konsistensi pertahanan mereka di dua laga tandang yang krusial? Atau justru Dewa United yang akan bangkit dan memanfaatkan tekanan bermain di hadapan publik sendiri?



