Silverstone Kembali ke Kalender WEC 2027, Sirkuit Legendaris Siap Uji Ketahanan
Baca dalam 60 detik
- Silverstone akan menjadi tuan rumah balapan enam jam World Endurance Championship (WEC) pada April 2027, menandai kembalinya sirkuit Inggris itu setelah absen delapan tahun.
- Keputusan ini memperkuat daya tarik WEC yang bangkit berkat regulasi hypercar, menarik pabrikan besar seperti Ferrari, Toyota, dan Aston Martin.
- Bagi Indonesia, kembalinya Silverstone membuka peluang bagi pembalap dan tim Asia untuk unjuk gigi di sirkuit berkarakter kecepatan tinggi.

Silverstone, sirkuit yang menjadi rumah bagi pabrik Aston Martin, akan kembali menjadi tuan rumah putaran Kejuaraan Ketahanan Dunia (WEC) pada musim 2027. Balapan enam jam tersebut dijadwalkan berlangsung pada 23-25 April, menjadi seri ketiga dari sembilan seri kalender yang dirilis Jumat lalu. Keputusan ini mengakhiri penantian panjang penggemar balap Inggris yang terakhir kali menyaksikan aksi WEC di Silverstone pada 2019.
Kembalinya Silverstone ke kalender WEC tidak lepas dari kebangkitan popularitas seri ini sejak diperkenalkannya regulasi hypercar pada 2021. Kelas puncak yang menggantikan prototipe LMP1 itu berhasil menarik minat pabrikan besar seperti Ferrari, Toyota, Peugeot, BMW, Alpine, Cadillac, Genesis, dan tentu saja Aston Martin. Dengan kecepatan dan teknologi yang mendekati mobil jalan raya, hypercar memberikan tontonan spektakuler yang sulit ditandingi.
Frederic Lequien, CEO WEC, menyambut antusias keputusan ini. "Silverstone adalah sirkuit yang kaya sejarah dan memiliki warisan panjang balap ketahanan kelas atas, termasuk delapan putaran WEC yang sukses dari 2012 hingga 2019," ujarnya. Ia menambahkan bahwa sirkuit sepanjang 5,891 km ini menjadi favorit pembalap dan penggemar karena tikungan cepat dan menantang, serta penggemar Inggris yang terkenal antusias dan berpengetahuan luas.
Kalender WEC 2027 juga menyertakan putaran di Spa (Belgia), Sao Paulo (Brasil), Circuit of the Americas (AS), Fuji (Jepang), dan Sakhir (Bahrain). Le Mans 24 Jam, yang menjadi puncak musim, tetap menjadi magnet utama dengan penjualan tiket yang selalu habis. Popularitas balapan ketahanan lain, seperti Six Hours of Spa, juga terus meningkat.
Beberapa mantan pembalap Formula 1 turut meramaikan WEC, termasuk Robert Kubica dari Polandia yang tahun lalu memenangkan Le Mans bersama tim AF Corse. Ia berbagi mobil Ferrari 499P dengan Phil Hanson (Inggris) dan Ye Yifei (China). Kehadiran pembalap dari berbagai negara menunjukkan daya tarik global WEC, yang juga membuka peluang bagi talenta Asia, termasuk Indonesia, untuk bersaing di panggung dunia.
Bagi Indonesia, kembalinya Silverstone ke WEC menjadi angin segar. Sirkuit berkecepatan tinggi ini menuntut strategi ban dan konsumsi bahan bakar yang efisien, pelajaran berharga bagi tim dan pembalap yang ingin berkiprah di level tertinggi. Dengan semakin banyaknya pabrikan yang terlibat, persaingan di kelas hypercar diprediksi semakin ketat, dan Silverstone akan menjadi ujian awal yang krusial.
Ke depan, rumor keikutsertaan Max Verstappen di Le Mans usai pensiun dari F1 menambah daya tarik WEC. Jika terwujud, gelombang perhatian dari penggemar F1 akan semakin membesarkan nama WEC. Pertanyaannya, mampukah Silverstone menyajikan balapan yang tak kalah dramatis dari Le Mans?



