Clean Sheet Beruntun, Timnas Indonesia Tekuk Mozambik 1-0
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia meraih kemenangan kedua di FIFA Matchday Juni 2026 setelah menundukkan Mozambik 1-0 di SUGBK.
- Ole Romeny menjadi pahlawan lewat gol tunggalnya pada menit ke-12, sementara Maarten Paes kembali mencatat clean sheet.
- Pelatih John Herdman melakukan rotasi pemain yang efektif, dengan pertahanan solid dan serangan balik menjadi kunci sukses.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8163013/original/091675700_1781017698-20260609BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mozambik_FIFA_Matchday_2026-06.jpg.jpeg)
Timnas Indonesia mempertahankan tren positif di FIFA Matchday Juni 2026 dengan kemenangan tipis 1-0 atas Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (9/6) malam. Gol tunggal Ole Romeny pada babak pertama sudah cukup untuk mengamankan tiga poin, sekaligus menjadi clean sheet kedua beruntun setelah sebelumnya membungkam Oman 3-0.
Pelatih John Herdman melakukan perubahan signifikan pada susunan pemain. Empat nama yang sebelumnya duduk di bangku cadangan—Maarten Paes, Calvin Verdonk, Dony Tri Pamungkas, dan Marselino Ferdinan—langsung diturunkan sebagai starter. Absennya Justin Hubner memaksa Herdman merombak lini belakang menjadi tiga bek: Rizky Ridho, Elkan Baggott, dan Kevin Diks. Hasilnya, pertahanan Indonesia tampil kompak dan disiplin sepanjang laga.
Mozambik memang beberapa kali mengancam, terutama melalui sayap cepat mereka. Namun, duet Baggott dan Ridho mampu membaca pergerakan lawan dengan baik, sementara Diks dan Verdonk rapat menutup ruang. Kiper Maarten Paes kembali menunjukkan kelasnya dengan penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan peluang Alcides Reis di babak pertama dan menepis tembakan jarak dekat pada menit ke-72. Konsistensi Paes di bawah mistar menjadi fondasi penting bagi skuad Garuda.
Di lini depan, Ole Romeny kembali menjadi pembeda. Bergerak dari sisi tengah, ia lolos dari jebakan offside, mengecoh kiper dengan tipuan, dan melepaskan tembakan kaki kiri yang tak mampu dihalau. Gol tersebut merupakan yang keenam bagi Romeny dalam 10 caps bersama Timnas Indonesia, membuktikan ketajamannya sebagai ujung tombak andalan. Meski Mozambik meningkatkan tekanan di babak kedua, Indonesia tetap percaya diri menguasai bola dan menciptakan peluang melalui serangan balik cepat serta skema set piece.
Herdman juga cerdik dalam mengatur ritme permainan dengan memasukkan tenaga segar seperti Nathan Tjoe-A-On di babak kedua. Nathan nyaris mencetak gol spektakuler andai tembakan kaki kirinya tidak mengenai mistar. Strategi rotasi ini menjaga intensitas permainan dan mencegah kelelahan pemain inti. Ke depan, konsistensi performa dan kedalaman skuad akan menjadi modal berharga bagi Indonesia menghadapi lawan-lawan yang lebih berat, termasuk dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Akankah tren positif ini berlanjut?



