Tottenham Incar Cody Gakpo: Reuni dengan Maddison di Lini Depan?
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan membuka negosiasi dengan Liverpool untuk merekrut Cody Gakpo dengan nilai transfer mencapai £73 juta.
- Gakpo, yang tidak puas menjadi pelapis di Anfield, dinilai sebagai solusi atas krisis gol Spurs yang hanya mencetak 12 gol dari Richarlison musim lalu.
- Kombinasi Gakpo dengan James Maddison yang pulih dari cedera ACL diprediksi mampu menghidupkan kembali daya gedor Tottenham di Premier League.

Tottenham Hotspur kembali bergerak agresif di bursa transfer musim panas ini. Setelah mendatangkan Andy Robertson dan Marcos Senesi, klub asal London utara itu kini dikabarkan mengincar penyerang Liverpool, Cody Gakpo, dengan nilai transfer yang diperkirakan mencapai £73 juta. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Spurs tak ingin mengulangi musim lalu yang berakhir di papan bawah klasemen.
Menurut laporan TEAMtalk, Gakpo merasa tidak nyaman dengan perannya sebagai pemain cadangan di Liverpool, terutama setelah munculnya bintang muda Rio Ngumoha. Pemain asal Belanda itu disebut-sebut tengah mempertimbangkan masa depannya dan telah menjajaki opsi pindah ke beberapa klub, termasuk Tottenham, Aston Villa, AC Milan, dan Atletico Madrid. Spurs menjadi salah satu peminat paling serius dan dikabarkan siap menggelontorkan dana besar untuk memboyongnya.
Keputusan Tottenham membidik Gakpo bukan tanpa alasan. Musim lalu, lini depan Spurs menjadi sorotan karena hanya Richarlison yang mampu mencetak 12 gol di semua kompetisi. Bek Micky van de Ven dan gelandang Joao Palhinha bahkan menjadi pencetak gol terbanyak kedua dengan masing-masing tujuh gol—sebuah gambaran betapa tumpulnya daya gedor tim asuhan Roberto De Zerbi. Gakpo, meski hanya mencetak sembilan gol musim lalu karena minim menit bermain, dianggap sebagai peningkatan signifikan dibandingkan penyerang lain seperti Randal Kolo Muani, Mathys Tel, atau Wilson Odobert.
Yang menarik, kedatangan Gakpo diprediksi akan menjadi berkah bagi James Maddison. Gelandang serang andalan Spurs itu melewatkan hampir seluruh musim 2025/26 akibat cedera ACL, namun statistiknya pada musim sebelumnya menunjukkan betapa berbahayanya ia di area final. Maddison mencatatkan rata-rata 1,3 key pass per pertandingan dan 1,1 dribel sukses—hanya kalah dari Dejan Kulusevski, Pedro Porro, dan Heung-min Son. Kombinasi dengan Gakpo, yang berada di peringkat 5% teratas pemain Eropa dalam hal menerima bola di area berbahaya (received VAEP), bisa menjadi duet mematikan.
Pep Lijnders, mantan asisten pelatih Manchester City, pernah memuji Gakpo sebagai pemain dengan "keterampilan khusus". Meski konsistensinya di Liverpool dipertanyakan, Gakpo tetap dianggap sebagai ancaman nyata di kotak penalti. Kemampuannya bermain sebagai penyerang tengah atau sayap kiri memberi fleksibilitas taktis bagi De Zerbi, yang dikenal gemar membangun serangan dari sayap. Jika transfer ini terwujud, Gakpo bisa menjadi elemen kunci dalam skema "De Zerbi ball" musim depan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Tottenham ini menarik untuk diikuti. Klub yang memiliki basis penggemar besar di Tanah Air ini tengah membangun ulang skuad setelah ditinggal Harry Kane. Kehadiran Gakpo, yang namanya melambung setelah Piala Dunia 2022, bisa meningkatkan daya tarik Premier League di Indonesia. Apalagi, dengan potensi kembalinya performa terbaik Maddison, Spurs berpeluang kembali bersaing di papan atas.
Namun, masih ada pertanyaan besar: akankah Liverpool melepas Gakpo dengan harga yang diminta? Atau Spurs harus mencari alternatif lain? Satu hal yang pasti, bursa transfer musim panas ini akan menjadi penentu nasib Tottenham di musim depan.



