Tottenham Buru Alex Scott, Gelandang Muda Rp1,6 Triliun yang Disebut 'Dele Alli Baru'
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan serius mengincar gelandang Bournemouth Alex Scott di bursa transfer musim panas, dengan banderol mencapai Β£80 juta atau sekitar Rp1,6 triliun.
- Pemain berusia 22 tahun itu dinilai cocok menjadi motor baru lini tengah Spurs di bawah asuhan Roberto De Zerbi, menggantikan peran Rodrigo Bentancur yang kurang progresif.
- Manchester United dan Liverpool juga ikut dalam perburuan, membuat Tottenham harus bergerak cepat jika tak ingin kehilangan pemain yang disebut sebagai 'Dele Alli modern'.

Tottenham Hotspur belum menyerah membangun kembali skuadnya setelah nyaris terdegradasi musim lalu. Kini, klub London utara itu dikabarkan serius memburu gelandang Bournemouth, Alex Scott, yang dihargai hingga Β£80 juta atau setara Rp1,6 triliun. Pemain berusia 22 tahun itu dianggap sebagai sosok yang bisa menghidupkan kembali lini tengah Spurs ala Dele Alli di era keemasan mereka.
Menurut jurnalis transfer Ben Jacobs, Tottenham "sangat menyukai" Scott dan telah menjadikannya target utama musim panas ini. Namun, persaingan ketat datang dari Manchester United dan Liverpool yang juga memantau perkembangan pemain internasional Inggris tersebut. Bournemouth sendiri dikabarkan enggan melepas Scott dengan harga murah, apalagi setelah kepergian manajer Andoni Iraola yang membuat masa depan sang gelandaga semakin tidak pasti.
Scott dikenal sebagai gelandang serba bisa yang mampu bermain sebagai deep-lying playmaker maupun gelandang serang. Musim lalu, ia menjadi andalan Iraola di lini tengah The Cherries dengan kontribusi defensif yang tangguh serta kreativitas dalam membangun serangan. Rekan setimnya di Bournemouth, Lewis Cook, bahkan menyebut Scott sebagai "bakat istimewa" yang memiliki potensi besar untuk bersinar di klub besar.
Yang menarik, perbandingan dengan Dele Alli bukan tanpa alasan. Scott memulai karier di Bristol City sebelum pindah ke Bournemouth, mirip dengan perjalanan Alli yang berasal dari MK Dons. Gaya bermain Scott yang agresif, mampu menusuk ke kotak penalti, dan memiliki naluri mencetak gol membuatnya dijuluki "Dele Alli baru" oleh sejumlah pengamat. Namun, berbeda dengan Alli yang lebih eksplosif, Scott dinilai lebih lengkap secara taktik dan nyaman bermain di posisi lebih dalam.
Di bawah arahan Roberto De Zerbi, Tottenham diprediksi akan mengandalkan penguasaan bola dan tekanan tinggi. Scott diyakini bisa menjadi elemen kunci dalam skema tersebut, mengingat kemampuannya dalam merebut bola dan memulai serangan dari tengah. Jika bergabung, ia akan berduet dengan James Maddison yang berperan sebagai playmaker utama, mirip dengan hubungan Christian Eriksen dan Dele Alli di masa lalu.
Namun, tantangan terbesar Tottenham adalah ketiadaan tiket ke kompetisi Eropa musim depan. Hal ini bisa menjadi penghalang serius, mengingat Manchester United dan Liverpool bisa menawarkan panggung yang lebih bergengsi. Spurs harus bergerak cepat dan meyakinkan Scott bahwa proyek De Zerbi adalah langkah tepat untuk kariernya.
Bagi sepak bola Indonesia, perburuan Scott menjadi tontonan menarik karena menunjukkan betapa ketatnya persaingan di Premier League. Klub-klub besar rela merogoh kocek dalam-dalam demi pemain muda potensial, sebuah fenomena yang bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Tanah Air dalam mengelola bakat muda. Apakah Tottenham mampu memenangkan perlombaan ini, atau justru kehilangan Scott ke tangan rival? Jawabannya akan diketahui dalam beberapa pekan ke depan.



