Torino Resmi Tunjuk Ignazio Abate, Eks Bek Milan Jadi Nahkoda Baru
Baca dalam 60 detik
- Torino mengikat Ignazio Abate dengan kontrak dua tahun setelah negosiasi intensif antara direktur olahraga dan presiden klub.
- Abate mengalahkan empat kandidat lain, termasuk Ivan Juric dan Alberto Gilardino, untuk mengisi kursi pelatih yang kosong.
- Bagi pecinta sepak bola Indonesia, langkah ini menunjukkan tren klub Italia memberi kesempatan kepada pelatih muda berbakat.

Torino secara resmi menunjuk Ignazio Abate sebagai pelatih kepala baru, mengikat mantan bek AC Milan itu dengan kontrak berdurasi dua tahun hingga 2028. Keputusan ini diambil setelah pertemuan antara direktur olahraga Gianluca Petrachi dan presiden Urbano Cairo pada Senin (27/5), dengan detail akhir dijadwalkan rampung dalam 24 jam ke depan.
Abate, yang baru berusia 39 tahun, berhasil mengalahkan persaingan ketat dari sejumlah nama besar seperti Ivan Juric, Eusebio Di Francesco, dan Alberto Gilardino. Keberhasilannya membawa Juve Stabia finis di peringkat ketujuh Serie B musim lalu menjadi modal utama untuk dipercaya menangani tim kasta tertinggi Italia.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah ini menarik karena menunjukkan kecenderungan klub-klub Serie A mulai memberi ruang bagi pelatih muda dengan rekam jejak segar. Abate, yang mencatatkan lebih dari 200 penampilan untuk Milan dan meraih beberapa gelar Serie A, kini menghadapi tantangan terbesar dalam karier kepelatihannya: membawa Torino yang musim lalu finis di posisi ke-12 menuju konsistensi lebih baik.
Keputusan ini juga menjadi sinyal bahwa Torino ingin membangun proyek jangka panjang dengan pendekatan progresif. Abate, yang dikenal sebagai pemain disiplin dan cerdas taktik, diharapkan mampu mengimplementasikan filosofi sepak bola modern yang atraktif namun tetap pragmatis. Langkah ini sekaligus menjadi ujian bagi kemampuan Abate beradaptasi di level tertinggi setelah hanya menangani klub divisi dua.
Di Indonesia, fenomena pelatih muda seperti Abate bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan sepak bola nasional. Banyak klub Liga 1 yang masih bergantung pada pelatih asing senior, padahal potensi pelatih lokal muda mulai bermunculan. Keberanian Torino memilih Abate bisa menjadi contoh bahwa pengalaman bukan satu-satunya tolok ukur.
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Abate mampu membawa Torino bersaing di papan atas Serie A, atau justru akan menjadi eksperimen mahal yang berakhir dengan pemecatan di tengah musim? Jawabannya akan mulai terlihat saat kompetisi bergulir musim depan.



