Evan Ferguson Pamit dari Roma: Cedera Jadi Bumerang, Brighton Tunggu
Baca dalam 60 detik
- Penyerang Irlandia Evan Ferguson kembali ke Brighton setelah masa pinjaman di Roma yang dihantam cedera pergelangan kaki berulang.
- Roma memutuskan tidak mengaktifkan opsi pembelian senilai €40 juta, membuat Ferguson harus membuktikan diri di Inggris.
- Meski hanya tampil 22 kali, Ferguson mencetak 5 gol dan 2 assist, menunjukkan potensi yang terhambat masalah kebugaran.

Evan Ferguson resmi mengakhiri petualangannya di Serie A setelah Roma memutuskan tidak mempermanenkan pemain pinjaman asal Brighton itu. Dalam unggahan Instagram yang menyentuh, penyerang Republik Irlandia berusia 20 tahun itu mengucapkan terima kasih kepada klub dan pendukung I Giallorossi, sembari mengakui bahwa cedera menjadi penghalang terbesarnya selama di Italia.
“Tidak ada yang menginginkan masa pinjamannya dipotong, tapi cedera adalah bagian dari sepak bola,” tulis Ferguson. “Terima kasih kepada semua orang di Roma dan para penggemar atas dukungan selama beberapa bulan terakhir. Semoga yang terbaik untuk rekan setim dan semua orang di klub. Forza Roma.” Unggahan itu menjadi penanda resmi kembalinya ia ke Brighton & Hove Albion, klub pemiliknya, setelah masa pinjaman yang penuh dinamika.
Ferguson tiba di Roma pada bursa transfer musim panas lalu dengan reputasi sebagai salah satu prospek muda paling bersinar di Premier League. Namun, masalah pergelangan kaki yang kronis langsung menghantuinya. Cedera pertama terjadi pada awal November, membuatnya absen dalam laga melawan AC Milan dan Udinese. Setelah pulih sebentar, ia kembali mengalami kemunduran saat menghadapi Torino, dan cedera baru setelah tampil sebagai pemain pengganti kontra Milan memaksa musimnya berakhir lebih awal.
Meski diganggu cedera, statistik Ferguson tetap menarik. Dalam 1.078 menit yang ia jalani, ia mencatatkan lima gol dan dua assist—angka yang menunjukkan bahwa jika diberi kesempatan bermain konsisten, ia bisa menjadi ancaman nyata di lini depan. Namun, risiko cedera yang tinggi membuat Roma enggan mengeluarkan dana sebesar €40 juta untuk mempermanenkannya. Keputusan itu wajar mengingat kebutuhan klub untuk stabilitas di lini serang.
Bagi Brighton, kepulangan Ferguson menjadi tantangan tersendiri. Klub asal pantai selatan Inggris itu tengah membangun skuad muda yang kompetitif di bawah asuhan Roberto De Zerbi. Ferguson, yang masih berusia 20 tahun, memiliki waktu untuk membuktikan bahwa ia bisa mengatasi masalah kebugaran. Namun, persaingan di lini depan Brighton cukup ketat dengan kehadiran Joao Pedro, Danny Welbeck, dan Evan Ferguson sendiri yang harus bersaing untuk tempat utama.
Dari sudut pandang sepak bola Indonesia, kasus Ferguson menjadi pengingat bahwa cedera adalah musuh terbesar pemain muda yang sedang naik daun. Banyak bakat Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang kerap gagal menembus level elite Eropa karena masalah fisik. Ferguson, yang sempat disebut sebagai calon bintang masa depan, kini harus memulai lagi dari awal. Pertanyaan besarnya: mampukah ia bangkit dan menjadi striker andalan Brighton musim depan?



