Aston Villa Ajukan Tawaran Rp 900 M untuk Bintang Kroasia, Como Tolak
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa resmi melayangkan tawaran β¬50-55 juta untuk Martin Baturina, namun Como membanderol sang gelandang β¬80 juta.
- Klub Premier League itu terpaksa menjual Morgan Rogers untuk mendanai belanja pemain baru akibat tekanan finansial.
- Baturina, yang dijuluki 'jenius kreatif', masih terikat kontrak hingga 2030 dan akan tampil di Piala Dunia 2026 bersama Kroasia.
Aston Villa mengambil langkah berani di bursa transfer musim panas ini dengan mengajukan tawaran resmi senilai β¬50-55 juta (sekitar Rp 900 miliar) untuk gelandang Como, Martin Baturina. Namun, klub promosi Serie A itu langsung menolak karena nilai tersebut jauh di bawah permintaan mereka yang mencapai β¬80 juta (Rp 1,3 triliun).
Langkah Villa ini tak lepas dari situasi finansial yang pelik. Meski lolos ke Liga Champions musim depan, klub asal Birmingham itu justru terancam kehilangan Morgan Rogers. Arsenal, Liverpool, dan dua klub Manchester dikabarkan siap menampung pemain internasional Inggris tersebut. Manajemen Villa menilai menjual Rogers adalah cara paling realistis untuk mendanai perburuan pemain baru tanpa melanggar aturan Financial Fair Play.
Pelatih Unai Emery memang tengah memburu amunisi baru di lini depan. Sebelum Baturina, Villa sempat mendekati Cody Gakpo (Liverpool) dan Ander Barrenetxea (Real Sociedad). Namun, kedua opsi itu menemui kendala: Liverpool hanya mau melepas Gakpo dengan harga tinggi, sementara Sociedad ogah bernegosiasi. Baturina pun muncul sebagai target utama.
Baturina, 23 tahun, bukanlah nama asing di Eropa. Sebelum bergabung dengan Como pada Januari 2024, ia menghabiskan karier juniornya di Dinamo Zagreb dan memenangi tujuh trofi, termasuk empat gelar liga Kroasia. Musim lalu, ia menjadi motor serangan Como dengan torehan 8 gol dan 4 assist. Scout Ben Mattinson bahkan menjulukinya sebagai "jenius kreatif" yang belum tersentuh klub-klub elite Eropa.
Namun, Como tak berniat melepas bintangnya dengan mudah. Klub yang dimiliki miliarder Indonesia, Hartono bersaudara, itu tengah bersiap menghadapi Liga Champions musim depan dan ingin mempertahankan pilar-pilar utama. Baturina sendiri masih terikat kontrak jangka panjang hingga 2030. Peluang transfer semakin kecil mengingat Como baru akan menjual pemain andalan setelah mereka mapan di level tertinggi.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga ini menarik karena Como kini menjadi milik pengusaha Tanah Air. Keputusan manajemen Como untuk mempertahankan Baturina bisa menjadi sinyal bahwa klub tersebut tak sekadar jadi batu loncatan, melainkan serius membangun tim kompetitif. Di sisi lain, Villa harus berpikir ulang: apakah akan menaikkan tawaran atau beralih ke target lain?
Baturina juga akan tampil di Piala Dunia 2026 bersama Kroasia, yang dijadwalkan menghadapi Inggris di laga perdana. Ajang itu bisa menjadi panggung pamungkas untuk membuktikan kualitasnya. Namun, dengan harga selangit dan kontrak panjang, kepindahan ke Premier League musim panas ini tampaknya masih jauh dari kata usai.



