Tuchel Beri Peringatan: Bellingham Harus Berjuang Keras untuk Jadi Starter di Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Thomas Tuchel secara terbuka menyatakan Jude Bellingham harus bersaing ketat untuk masuk starting XI Inggris di Piala Dunia, karena skuadnya dipenuhi 14-15 pemain potensial.
- Bellingham baru menjadi starter empat kali di bawah Tuchel, sementara Morgan Rogers justru menjadi andalan dengan tampil di 12 dari 13 laga dan delapan kualifikasi Piala Dunia.
- Hubungan Bellingham-Tuchel sempat memanas akibat kritik keras sang pelatih, namun performa terbaru pemain Real Madrid itu mulai mendapat pujian jelang turnamen.

Jude Bellingham, gelandang Real Madrid yang menjadi bintang Inggris di Euro 2024, kini menghadapi kenyataan pahit: ia harus bertarung habis-habisan untuk merebut tempat utama di skuad Piala Dunia. Pelatih Thomas Tuchel secara blak-blakan mengatakan bahwa ia memiliki 14 hingga 15 pemain yang layak menjadi starter, dan Bellingham hanyalah salah satu dari mereka.
Sejak Tuchel mengambil alih kursi pelatih Inggris pada Januari 2025, Bellingham hanya menjadi starter dalam empat pertandingan dari total tujuh penampilannya. Sebaliknya, Morgan Rogers dari Aston Villa justru menjadi pilihan utama, tampil dalam 12 dari 13 laga di bawah Tuchel dan menjadi satu-satunya pemain yang bermain di seluruh delapan laga kualifikasi Piala Dunia. Situasi ini kontras dengan status Bellingham sebagai pemain kunci di Euro 2024, di mana ia hanya absen 29 menit sepanjang turnamen.
Tuchel menegaskan bahwa persaingan di skuadnya sangat ketat. "Ya, dia harus berjuang. Dia adalah salah satu starter, dia tahu itu, tapi kami punya 14 atau 15 starter potensial. Peran bisa berubah kapan saja, tapi saat ini saya pikir ada 14 atau 15 starter yang sesungguhnya, dan Jude adalah salah satunya," ujarnya kepada wartawan. Pernyataan ini menegaskan bahwa tidak ada jaminan tempat bagi pemain semahal Bellingham sekalipun.
Faktor cedera turut mempengaruhi menurunnya peran Bellingham. Ia melewatkan dua laga kualifikasi pada September karena cedera bahu, kemudian tidak dipanggil pada Oktober, dan kembali absen pada laga uji coba Maret akibat masalah hamstring. Tuchel sendiri sempat mengkritik keras perilaku Bellingham di lapangan, menyebutnya "menjijikkan" saat Inggris kalah dari Senegal pada Juni laluโkomentar yang kemudian ia minta maaf. Pada November, Tuchel bahkan mengatakan akan "meninjau" sikap Bellingham setelah reaksinya saat diganti dalam laga kualifikasi melawan Albania.
Namun, angin segar mulai berhembus. Dalam laga uji coba melawan Selandia Baru di Tampa, Sabtu lalu, Bellingham tampil impresif setelah masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua dan bahkan memakai ban kapten. Tuchel memuji performanya, mengatakan bahwa Bellingham berada dalam "sweet spot" menjelang turnamen. "Kamu bisa lihat Jude memiliki ketegasan dan kegigihan. Itu karakteristik utamanya. Dia datang dari cedera, penuh energi, dan senang kembali ke lapangan. Sayangnya dia cedera di momen krusial musim ini, tapi sekarang dia segar dan dalam kondisi puncak," kata Tuchel.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, persaingan di lini tengah Inggris ini menarik untuk diikuti. Bellingham adalah salah satu pemain muda paling bersinar di dunia, dan nasibnya di Piala Dunia bisa menjadi cerminan bagaimana tekanan dan ekspektasi tinggi dapat mengubah karier seorang pemain. Apakah Tuchel akan tetap setia pada Rogers yang lebih konsisten, atau memberi kesempatan pada bintang Real Madrid yang tengah bangkit? Jawabannya akan terungkap dalam waktu dekat.



