Kroasia ke Piala Dunia 2026 dengan Modal Kemenangan Dramatis atas Slovenia
Baca dalam 60 detik
- Gol Mario Pasalic di menit akhir memastikan kemenangan 2-1 Kroasia atas Slovenia dalam laga uji coba terakhir sebelum Piala Dunia 2026.
- Luka Modric mencetak gol ke-29 untuk Kroasia, namun kesalahan pertahanan nyaris membuat timnya kehilangan kemenangan.
- Kroasia akan memulai perjuangan di Grup L melawan Inggris, Ghana, dan Panama, dengan target mempertahankan tradisi semifinalis.
Kroasia mengakhiri persiapan menuju Piala Dunia 2026 dengan kemenangan tipis 2-1 atas Slovenia dalam laga uji coba di Varazdin, Minggu (7/6). Gol penalti Mario Pasalic pada masa injury time menjadi penyelamat bagi tim yang telah mencapai semifinal di dua edisi terakhir turnamen terbesar sepak bola itu.
Laga yang berlangsung sengit ini menjadi pemanasan terakhir bagi pasukan Zlatko Dalic sebelum terbang ke Amerika Serikat. Kroasia dijadwalkan memulai petualangan di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Inggris di Dallas pada 17 Juni. Selain Inggris, Kroasia juga akan berhadapan dengan Ghana dan Panama di Grup L.
Kapten Luka Modric, yang kemungkinan besar tampil di kandang untuk terakhir kalinya bersama tim nasional, membuka keunggulan Kroasia pada menit ke-51. Pemain berusia 40 tahun itu melepaskan tembakan akurat dari tepi kotak penalti setelah menerima umpan matang dari Ivan Perisic. Gol tersebut merupakan yang ke-29 bagi Modric dalam 198 penampilannya bersama Kroasia.
Namun, keunggulan Kroasia sirna pada menit ke-83 setelah kesalahan umpan balik Martin Baturina dimanfaatkan dengan baik oleh pemain pengganti Slovenia, Andraz Sporar, yang dengan tenang menyontek bola dari jarak dekat. Kesalahan individu seperti ini kerap menjadi momok bagi tim yang mengandalkan pengalaman, seperti diungkapkan analis sepak bola, bahwa konsentrasi di lini belakang menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.
Kroasia nyaris kehilangan muka di kandang sendiri, tetapi kegagalan Slovenia membersihkan bola di area terlarang pada menit akhir dimanfaatkan Pasalic untuk melepaskan voli yang memastikan kemenangan. Kiper Dominik Livakovic sebelumnya juga tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan penting, termasuk dari tembakan Zan Vipotnik.
Kemenangan ini menjadi suntikan moral berharga setelah Kroasia dikalahkan Belgia 0-2 di Rijeka pada laga uji coba sebelumnya. Meski tampil kurang meyakinkan, Dalic menilai timnya menunjukkan mentalitas juara dengan bangkit di menit akhir. โKami tidak bermain sempurna, tapi kami tidak pernah menyerah. Itu yang penting,โ ujar Dalic dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Bagi Indonesia, performa Kroasia menjadi sorotan karena tim ini kerap dijadikan tolok ukur negara berkembang sepak bola. Keberhasilan Kroasia, negara dengan populasi kecil, konsisten bersaing di level tertinggi memberikan pelajaran berharga tentang pembinaan pemain dan manajemen turnamen. Dengan modal pengalaman dan skuad yang diperkuat pemain-pemain berpengalaman seperti Modric, Kroasia tetap dianggap sebagai kuda hitam yang patut diperhitungkan di Piala Dunia 2026.
Pertanyaan besarnya, akankah Kroasia mampu mengulangi pencapaian semifinal seperti di 2018 dan 2022? Atau justru gugur lebih awal karena faktor usia pemain kunci? Jawabannya akan dimulai saat mereka meladeni Inggris di Dallas.



