Gempuran Cair Timnas Indonesia Bikin Oman Syok: Analisis Kemenangan 3-0
Baca dalam 60 detik
- Kemenangan telak 3-0 atas Oman menjadi bukti perubahan signifikan permainan Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman.
- Pemain Oman disebut kewalahan menghadapi mobilitas dan variasi serangan cepat yang diterapkan skuad Garuda.
- Hasil ini menjadi kemenangan pertama Indonesia atas Oman dalam 38 tahun dan menandai dominasi baru ASEAN atas tim Timur Tengah tersebut.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7848169/original/072831600_1780670747-20260605AA_Timnas_Indonesia_vs_Oman-02.JPG)
Kemenangan telak Timnas Indonesia atas Oman dengan skor 3-0 pada laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (5/6/2026), bukan sekadar angka. Lebih dari itu, hasil ini menjadi cermin transformasi permainan yang diracik pelatih John Herdman, yang dinilai membuat lawan kelabakan sejak menit awal.
Pengamat sepak bola nasional, Toni Ho, menilai bahwa pemain Oman tidak siap menghadapi perubahan gaya bermain Indonesia. โMereka kaget dengan cara main kita. Tidak menyangka Timnas Indonesia sudah berubah signifikan di tangan John Herdman,โ ujar mantan pelatih PSM Makassar dan Persebaya Surabaya itu. Menurutnya, mobilitas tinggi dan permainan bola pendek satu-dua sentuhan yang dikombinasikan dengan back pass dan through pass membuat pertahanan Oman keropos.
โSatu pemain kita dijaga, pemain lain langsung lepas. Pergerakan mereka sangat cair dan sulit diantisipasi,โ tambah Toni Ho. Ia mencontohkan momen ketika bek Rizki Ridho tiba-tiba sudah berada di kotak penalti lawan untuk menerima umpan terobosan Kevin Diks. Meski peluang itu belum berbuah gol, pola serangan seperti ini terus berulang dan membuat Oman kewalahan.
Di sisi lain, pelatih Oman, Tarik Sektioui, dinilai terlambat bereaksi. Tim berperingkat 79 FIFA itu baru menunjukkan perlawanan di babak kedua, setelah John Herdman melakukan rotasi pemain. โItu sudah telat, karena mental pemain kita sudah di atas angin,โ kata Toni Ho. Ia menambahkan bahwa determinasi pemain Oman tidak maksimal sejak awal, membuat Indonesia leluasa menguasai jalannya pertandingan.
Kemenangan ini tidak hanya memutus catatan buruk 38 tahun tanpa kemenangan atas Oman, tetapi juga menempatkan Indonesia sebagai satu-satunya wakil ASEAN yang mampu menaklukkan Oman dalam satu setengah dekade terakhir. Sebelumnya, Thailand menjadi negara Asia Tenggara terakhir yang melakukannya pada 2011. Sementara Malaysia dan Thailand yang baru bersua Oman harus puas dengan kekalahan dan hasil imbang.
Bagi sepak bola Indonesia, hasil ini menjadi sinyal positif menuju persaingan di level Asia. Pertanyaannya, mampukah konsistensi permainan ini dipertahankan saat menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat? Jika gaya bermain cair ala Herdman terus diasah, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi ancaman serius di kancah regional.



