Coventry City Resmi Ajukan Tawaran Perdana untuk Kiper Incaran Frank Lampard
Baca dalam 60 detik
- Coventry City mengajukan tawaran resmi untuk Carl Rushworth, kiper Brighton yang dipinjamkan musim lalu.
- Frank Lampard, manajer Coventry, memuji kemampuan Rushworth dan menganggapnya sebagai kunci persiapan Premier League.
- Rushworth dikabarkan terbuka pindah permanen ke Coventry, dengan banderol sekitar £15-20 juta.
Coventry City resmi melayangkan tawaran perdana untuk mengamankan jasa Carl Rushworth, kiper Brighton & Hove Albion yang musim lalu tampil gemilang sebagai pemain pinjaman. Langkah ini menjadi sinyal ambisi The Sky Blues yang baru saja promosi ke Premier League setelah 25 tahun absen, sekaligus menjawab kebutuhan akan kiper andal di kasta tertinggi.
Manajer Coventry, Frank Lampard, tak menyembunyikan kekagumannya pada Rushworth. “Dia kiper top, berlatih dengan brilian, dan tidak merepotkan. Saya menikmati penampilannya hari ini,” ujar Lampard dalam pernyataan yang dikutip media Inggris. Pelatih berusia 46 tahun itu sadar betul bahwa timnya membutuhkan perombakan besar untuk bersaing di Premier League, terutama sebagai tim non-parasut yang minim pengalaman.
Rushworth, 24 tahun, menjadi pilar di bawah mistar Coventry musim lalu dengan tampil penuh dalam 46 laga Championship dan mencatat 17 clean sheet. Penampilannya mendapat pujian dari jurnalis Andrew James yang menyebutnya “absolutely sensational”. Kini, kiper asal Inggris itu dikabarkan terbuka untuk hijrah permanen ke CBS Arena, meski sejumlah klub Premier League lain juga mengincarnya.
Menurut jurnalis Ben Jacobs, Coventry telah mengirimkan tawaran resmi ke Brighton. Klub asal pesisir selatan Inggris itu belum memberikan respons, namun sebelumnya disebut siap melepas Rushworth dengan harga sekitar £15-20 juta. Jika kesepakatan tercapai, Rushworth akan menjadi rekrutan permanen pertama Coventry di bursa transfer musim panas ini.
Lampard mengibaratkan tantangan yang dihadapi Coventry seperti yang dialami Sunderland beberapa musim lalu. The Black Cats berhasil lolos ke Liga Europa pada musim pertama mereka kembali ke Premier League setelah belanja pemain agresif. “Kami naik terlalu cepat dalam 18 bulan terakhir. Sekarang saatnya menentukan langkah selanjutnya,” kata mantan manajer Chelsea dan Everton itu.
Bagi sepak bola Indonesia, pergerakan Coventry menarik dicermati sebagai contoh klub promosi yang berani berinvestasi di pemain kunci. Dengan pendekatan serupa, klub-klub Liga 1 yang baru promosi bisa belajar pentingnya mempertahankan inti skuad sambil menambah kualitas di posisi vital. Keputusan Coventry mengamankan Rushworth secara permanen menunjukkan bahwa kesinambungan lebih diutamakan ketimbang belanja besar-besaran.
Apakah Brighton akan menerima tawaran Coventry? Atau justru muncul klub lain yang mengajukan penawaran lebih tinggi? Yang jelas, masa depan Rushworth akan menjadi salah satu cerita menarik di bursa transfer musim panas ini.



