Sunderland Incar Pemain Sayap Sevilla Seharga Rp 100 Miliar untuk Perkuat Skuat Eropa
Baca dalam 60 detik
- Sunderland berencana merekrut Chidera Ejuke dari Sevilla dengan banderol sekitar £5 juta (Rp 100 miliar) untuk menambah opsi di sisi sayap.
- Pemain asal Nigeria itu dinilai sebagai peningkatan dari Trai Hume yang selama ini bermain di posisi yang tidak alami sebagai winger.
- Kehadiran Ejuke diharapkan bisa memberikan keseimbangan antara pertahanan dan serangan, terutama saat menghadapi tim-tim besar di Liga Europa.

Manajer Sunderland, Regis Le Bris, mengakui bahwa timnya membutuhkan tambahan pemain untuk menghadapi jadwal padat musim depan setelah lolos ke Liga Europa. Klub asal Inggris itu baru saja finis di peringkat ketujuh Premier League musim 2025/2026, yang berarti mereka akan memainkan setidaknya delapan pertandingan tambahan di kompetisi Eropa.
Le Bris, dalam wawancara dengan The Telegraph, menyatakan perlunya tiga hingga empat pemain baru sebelum potensi penjualan pemain untuk memperdalam skuat. "Kami perlu grup yang lebih besar agar kelelahan dan cedera tidak menghambat performa di dua kompetisi berat," ujarnya. Musim lalu, Sunderland sukses dengan sejumlah rekrutan seperti Granit Xhaka, Nordi Mukiele, Brian Brobbey, dan Omar Alderete.
Salah satu target utama Sunderland adalah winger Sevilla, Chidera Ejuke. Menurut laporan Football Finanzas, Sevilla bersedia melepas pemain berusia 28 tahun itu dengan harga sekitar £5 juta (sekitar Rp 100 miliar) karena kontraknya akan habis pada 2027. Angka tersebut dianggap sebagai tawaran murah mengingat pengalaman Ejuke di tiga liga top Eropa: Eredivisie, Bundesliga, dan LaLiga.
Ejuke diproyeksikan menjadi peningkatan dari Trai Hume, bek kanan yang musim lalu sering dimainkan sebagai winger kanan untuk menambah keseimbangan defensif. Meski Hume tampil dalam 34 pertandingan Premier League, hanya 19 di antaranya sebagai bek kanan. Le Bris membutuhkan pemain sayap alami yang juga memiliki kemampuan bertahan.
Yang menarik, Ejuke bukanlah pencetak gol prolifik—rekor terbaiknya sembilan gol dalam semusim. Namun, klub-klub melihat nilai lebih dari sekadar gol dan assist. Ia unggul dalam dribel, kemampuan membawa bola melewati lawan, serta disiplin bertahan. Le Bris menilai kualitas ini sangat berharga, terutama saat menghadapi tim-tim besar yang mendominasi penguasaan bola di Liga Europa.
Persaingan merebut Ejuke cukup ketat. Leeds United, Bayer Leverkusen, dan Fulham juga dikabarkan tertarik. Namun, Sunderland memiliki keunggulan karena kebutuhan mendesak akan pemain sayap yang bisa langsung beradaptasi dengan gaya bermain Le Bris. Jika transfer ini terwujud, Ejuke bisa menjadi solusi jangka pendek yang ekonomis sekaligus meningkatkan kualitas skuat.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Sunderland ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub Premier League menengah memanfaatkan bursa transfer untuk bersaing di Eropa. Dengan dana terbatas, mereka berburu pemain dengan nilai tambah statistik yang jelas. Pertanyaannya, mampukah Ejuke membuktikan diri sebagai pembeda di panggung Eropa, atau justru menjadi bukti bahwa harga murah belum tentu menjamin performa?



