Timnas Mozambik Akui Kelelahan Jelang Uji Coba Lawan Indonesia di SUGBK
Baca dalam 60 detik
- Mozambik terbang ke Jakarta dengan kondisi fisik terkuras akibat jadwal klub padat dan perbedaan waktu lima jam.
- Pelatih Chiquinho Conde menggelar latihan ringan untuk memulihkan stamina sambil menyusun strategi bertahan dan serangan balik.
- Laga FIFA Matchday ini menjadi ujian bagi mental pemain Mozambik yang harus tampil maksimal meski dalam tekanan kelelahan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7968049/original/049395700_1780804722-code.jpg)
Timnas Mozambik mengakui kondisi fisik para pemainnya belum optimal jelang laga FIFA Matchday melawan Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (9/6/2026). Pelatih Chiquinho Conde menyebut perjalanan panjang dari Afrika ke Asia serta padatnya jadwal kompetisi domestik menjadi faktor utama yang menguras energi skuad asuhannya.
Conde mengungkapkan bahwa perbedaan waktu hingga lima jam antara Mozambik dan Jakarta turut memengaruhi kesiapan mental anak asuhnya. “Mereka sudah siap bertanding, tapi perjalanan melelahkan dan jet lag jelas berdampak pada kondisi psikologis dan fisik,” ujar Conde dalam wawancara yang disiarkan akun resmi Federasi Sepak Bola Mozambik. Para pemain Mozambik baru menyelesaikan musim kompetisi bersama klub masing-masing, sehingga waktu istirahat sangat terbatas.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Conde memilih pendekatan berbeda dalam sesi latihan perdana di Lapangan A SUGBK, Sabtu (6/6/2026). Alih-alih menggelar latihan intensif, ia meminta para pemainnya menjalani latihan ringan yang berfokus pada pemulihan dan penguasaan pola permainan. “Kami hanya fokus pada transisi, pertahanan, serangan, dan penempatan posisi. Yang terpenting sekarang adalah mereka beristirahat dan menikmati momen,” jelas pelatih berusia 60 tahun itu.
Strategi yang disiapkan Mozambik tampaknya mengandalkan pertahanan rapat dan serangan balik cepat. Conde mengakui timnya belum pernah bermain bersama dalam waktu lama, sehingga pendekatan pragmatis menjadi pilihan paling realistis. “Jika harus bermain dengan blok pertahanan rendah, mereka sudah paham cara bertahan dan melancarkan serangan balik,” tambahnya.
Bagi Timnas Indonesia, laga ini menjadi kesempatan menguji strategi dan memperkuat mental pemain. Sebelumnya, Sumardji, salah satu ofisial tim, menjelaskan pemanggilan Mathew Baker ke tim senior dan keikutsertaan Mees Hilgers dalam latihan di Jakarta sebagai bagian dari proses pemulihan cedera dan pembentukan mental. Baker diharapkan bisa menimba pengalaman, sementara Hilgers fokus pada pemulihan.
Conde menegaskan bahwa pertandingan ini bukan sekadar uji coba biasa. Ia meminta para pemainnya tetap bertanggung jawab meskipun suasana lebih santai. “Mereka harus memanfaatkan kesempatan ini, bersenang-senang, tetapi juga mengharumkan nama sepak bola Mozambik di luar negeri,” tandasnya. Pertanyaan besarnya, mampukah Mozambik mengatasi kelelahan dan memberikan perlawanan sengit kepada tuan rumah?



