HYPE Terjun 6% Setelah 238 Juta Token Dilepas ke Pasar
Baca dalam 60 detik
- Hyperliquid (HYPE) anjlok 6% setelah 238 juta token vesting dirilis ke kontributor awal, setara 23,8% total suplai.
- Tekanan jual diperparah oleh sentimen pasar yang negatif, namun ETF spot HYPE justru mencatat arus masuk hampir $160 juta.
- Level $55 menjadi penentu arah; jika gagal bertahan, koreksi menuju $50 terbuka lebar.

Harga token Hyperliquid (HYPE) ambles 6% ke $56,87 pada 6 Juni 2026, setelah 238 juta keping token vesting—nyaris seperempat dari total pasokan—dilepaskan ke tangan kontributor awal. Pelepasan terjadwal ini memicu aksi jual yang lebih dalam ketimbang penurunan pasar kripto secara umum, yang hanya terkoreksi 1,49% dalam 24 jam terakhir.
Peristiwa unlock token merupakan momok klasik bagi harga aset kripto. Pasokan yang tiba-tiba membengkak kerap mendorong pemegang awal untuk merealisasikan keuntungan, terutama di tengah sentimen risk-off yang melanda Bitcoin dan altcoin utama. Data on-chain dalam 48 jam ke depan akan menjadi kunci: apakah token yang terbuka mengalir ke bursa (bearish) atau ke kontrak staking (bullish).
Yang menarik, di tengah tekanan jual, minat institusional terhadap Hyperliquid justru menguat. Spot ETF yang diterbitkan 21Shares, Bitwise, dan Grayscale berhasil mengumpulkan hampir $160 juta dana masuk sejak peluncuran pada Mei 2026. Grayscale bahkan meluncurkan produknya pada 5 Juni, sehari sebelum unlock besar-besaran. Arus masuk ini menunjukkan bahwa investor tradisional mulai melirik model tokenomics HYPE, di mana 99% biaya platform digunakan untuk membeli kembali token.
Fenomena ini menciptakan dinamika unik: di satu sisi, pasokan melimpah dari vesting; di sisi lain, permintaan institusional melalui ETF terus mengalir. Menurut analis pasar, keberhasilan ETF membuktikan bahwa ekonomi token Hyperliquid mendapat legitimasi di kalangan TradFi, yang pada gilirannya dapat memperbaiki likuiditas jangka panjang. Namun, dalam jangka pendek, tekanan jual dari kontributor awal masih menjadi faktor dominan.
Bagi investor Indonesia, pergerakan HYPE patut dicermati karena aset kripto dengan fundamental kuat seperti Hyperliquid kerap menjadi barometer sentimen pasar global. Jika support $55 gagal bertahan, koreksi menuju $50 bisa terjadi, terutama jika Bitcoin jatuh di bawah $60.000. Sebaliknya, jika aksi staking dan pembelian ETF mampu menyerap pasokan baru, konsolidasi di rentang $55–$65 menjadi skenario paling realistis.
Pertanyaan besarnya: akankah gelombang adopsi institusional melalui ETF cukup kuat untuk menahan banjir token dari vesting? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan, ketika data on-chain mulai menunjukkan arah aliran token yang sesungguhnya.



