Kobe Steelers Kunci Gelar Liga Rugby Jepang, Dave Rennie Pamit ke All Blacks
Baca dalam 60 detik
- Kobe Steelers menaklukkan Spears Tokyo Bay 22-13 di final Japan Rugby League One, disaksikan lebih dari 50 ribu penonton.
- Kemenangan ini menjadi pertandingan terakhir pelatih Dave Rennie sebelum ia memimpin All Blacks menuju Piala Dunia 2027.
- Spears harus bermain tanpa dua pilar utama akibat cedera, sementara Kobe mengandalkan tendangan penalti sempurna Lee Seung Sin.

Kobe Steelers memastikan diri sebagai kampiun Japan Rugby League One musim ini setelah mengalahkan Spears Tokyo Bay dengan skor 22-13 di MUFG Stadium, Tokyo, Minggu (7/6). Laga yang dihadiri 50.451 penonton itu sekaligus menjadi pertandingan terakhir pelatih kepala Kobe, Dave Rennie, sebelum ia resmi mengambil alih kursi pelatih All Blacks Selandia Baru.
Pertandingan berlangsung ketat dengan kedua tim hanya mampu mencetak satu percobaan (try) masing-masing. Kobe unggul berkat ketajaman kiper Lee Seung Sin yang sukses mengeksekusi enam tendangan penalti tanpa cela. Sementara Spears, yang untuk kedua kalinya berturut-turut harus puas sebagai runner-up, kehilangan dua pemain kunci akibat cedera: hooker Malcolm Marx (bicep) dan pemain depan Tyler Paul (kaki). Keduanya cedera saat semifinal pekan lalu melawan Saitama Wild Knights.
Babak pertama berakhir imbang 13-13. Spears unggul lebih dulu melalui try prop Keijiro Tamefusa pada menit ke-25 setelah menerima umpan dari winger Koga Nezuka. Namun Kobe membalas hanya empat menit kemudian lewat aksi winger asal Fiji, Inoke Burua, yang try-nya disahkan setelah pemeriksaan video. Bernard Foley, playmaker asal Australia yang tampil untuk terakhir kalinya bersama Spears, menyumbangkan dua penalti di awal laga.
Memasuki babak kedua, Lee Seung Sin tampil gemilang dengan tiga penalti tambahan yang memastikan keunggulan Kobe tak terkejar. Pelatih Spears, Frans Ludeke, mengakui timnya kesulitan menembus pertahanan Kobe yang disiplin. โKami kehilangan momen di babak kedua, dan tendangan penalti mereka sangat akurat,โ ujarnya.
Bagi pecinta rugby di Indonesia, pertandingan ini menjadi pengingat akan pentingnya kedalaman skuad dan akurasi tendangan dalam laga final. Dengan semakin populernya rugby di Asia Tenggara, performa Lee Seung Sin yang sempurna dari tempat penalti bisa menjadi bahan pembelajaran bagi pemain muda Indonesia yang mulai menekuni olahraga ini. Selain itu, kepindahan Rennie ke All Blacks juga menarik perhatian karena ia akan mempersiapkan timnya untuk Piala Dunia 2027 yang tinggal 18 bulan lagi.
Sementara itu, pada laga perebutan tempat ketiga, Saitama Wild Knights membalikkan keadaan untuk mengalahkan Tokyo Sungoliath 26-19 di Prince Chichibu Memorial Rugby Ground. Pertanyaan selanjutnya adalah mampukah Spears mempertahankan konsistensi mereka musim depan, atau justru Kobe yang akan mendominasi era baru Liga Rugby Jepang?


