Skotlandia Hajar Bolivia 4-0, Steve Clarke Pusing Tentukan Starting XI
Baca dalam 60 detik
- Skotlandia menekuk Bolivia 4-0 dalam laga uji coba Piala Dunia, memicu kebimbangan pelatih Steve Clarke dalam menentukan susunan pemain inti.
- Penampilan impresif lini depan, terutama duet Lawrence Shankland dan Che Adams yang mencetak tiga gol, menjadi dilema positif bagi Clarke.
- Keputusan akhir Clarke akan sangat menentukan performa Skotlandia di Piala Dunia, terutama dalam hal rotasi pemain kunci.

Kemenangan telak 4-0 atas Bolivia dalam laga uji coba Piala Dunia di New Jersey, Sabtu (10/6/2023), justru membuat pelatih Skotlandia, Steve Clarke, dihadapkan pada dilema positif: siapa yang layak mengisi pos inti saat turnamen bergulir.
Dalam pertandingan yang digelar di Sports Illustrated Stadium, Skotlandia tampil dominan sejak menit awal. Empat gol dicetak di babak pertama, masing-masing oleh Lawrence Shankland, Che Adams (dua gol), dan Scott McTominay. Bolivia nyaris tidak memberikan perlawanan berarti, dan Skotlandia seolah bermain dengan tempo yang nyaman. Namun, di balik hasil manis itu, Clarke mengakui bahwa dirinya kini memiliki pekerjaan rumah yang rumit.
โSaya punya beberapa keputusan yang harus diambil,โ ujar Clarke dalam wawancara usai pertandingan. โStarting XI memang menjadi obsesi, tapi turnamen ini sebenarnya tentang siapa yang finis di lapangan.โ Pernyataan itu mengindikasikan bahwa Clarke mungkin akan lebih banyak melakukan rotasi, terutama jika melihat kedalaman skuad yang dimilikinya.
Salah satu sektor yang paling menyita perhatian adalah lini depan. Lawrence Shankland, yang baru saja bergabung dengan Rangers, kembali menunjukkan ketajamannya dengan membuka keunggulan. Ia juga hampir mencetak gol keduanya di babak kedua andai tembakannya tidak melambung. Sementara itu, Che Adams, yang bermain untuk Torino, tampil gemilang dengan dua gol dan satu assist. Keduanya saling memuji setelah pertandingan, mencerminkan pernyataan Clarke bahwa โkedua striker saling melengkapi dengan baik.โ
Namun, kehadiran Lyndon Dykes, yang menjadi tandem Shankland saat melawan Curacao, membuat persaingan di lini depan semakin ketat. Dykes hanya bermain sekitar 30 menit di laga sebelumnya, tetapi penampilannya cukup untuk membuat banyak pihak meyakini bahwa ia layak menjadi starter. Kini, Clarke harus memilih antara duet Shankland-Adams yang sedang on fire atau kembali mempercayai Dykes.
Di lini tengah, performa Ben Doak dan Ryan Christie juga patut diperhitungkan. Doak, yang sempat cedera dan absen di Euro 2024, tampil energik di sisi sayap. Clarke memuji kontribusinya, โBen melakukan yang terbaik hari ini. Kami tahu apa yang bisa dia berikan.โ Christie, yang bisa bermain di beberapa posisi, juga menunjukkan keaktifan di sisi kiri. Kehadiran John McGinn yang tidak dimainkan sejak awal justru membuat opsi Clarke semakin banyak.
Di sektor pertahanan, Grant Hanley dan Jack Hendry menjadi duet yang solid. Hanley, yang sering dianggap sebagai pemain kepercayaan Clarke, tampil tanpa cela. Hendry, yang terbiasa dengan cuaca panas karena bermain di Arab Saudi, mampu memimpin lini belakang dengan baik. Sementara itu, Aaron Hickey dan Andy Robertson sudah pasti mengisi pos bek sayap. Kieran Tierney, yang dulu selalu menjadi perbincangan, kini harus puas bersaing dengan pemain lain.
Kiper juga menjadi posisi yang menarik. Angus Gunn, yang ditetapkan sebagai kiper nomor satu, hanya memiliki sedikit pekerjaan saat melawan Bolivia. Namun, Craig Gordon, yang akan berusia 43 tahun saat Piala Dunia, diyakini akan mendapatkan kesempatan bermain di turnamen besar setelah absen di Euro 2024 karena cedera. Keduanya sama-sama minim menit bermain di klub musim ini, sehingga keputusan Clarke akan sangat bergantung pada insting dan kebutuhan taktis.
Dengan segala opsi yang ada, Clarke mengakui bahwa ini adalah masalah yang menyenangkan. โSaya senang dengan pekerjaan defensif mereka, cara mereka turun, menjaga tim tetap kompak, dan tidak membiarkan Bolivia bermain melalui kami,โ katanya. Namun, pertanyaan besarnya adalah: akankah Clarke berani melakukan perubahan besar di laga pembuka Piala Dunia, atau tetap pada formula yang sudah terbukti? Jawabannya akan menentukan sejauh mana Skotlandia bisa melangkah di turnamen paling bergengsi ini.



