Negosiasi Pemutusan Kontrak Allegri alot, Napoli Beri Ultimatum Tujuh Hari
Baca dalam 60 detik
- Max Allegri belum mencapai kesepakatan pemutusan kontrak dengan AC Milan, menghambat kepindahannya ke Napoli.
- Pelatih asal Italia itu menuntut kompensasi €5 juta untuk dirinya dan staf, namun pemilik Milan menolak membayar.
- Napoli, di bawah Aurelio De Laurentiis, memberi batas waktu tujuh hari atau akan beralih ke kandidat lain.

Negosiasi pemutusan kontrak antara AC Milan dan mantan pelatihnya, Max Allegri, menemui jalan buntu. Situasi ini membuat Napoli, yang telah menjadikan Allegri sebagai target utama, mulai kehilangan kesabaran dan dikabarkan memberikan ultimatum tegas.
Allegri dipecat Milan sehari setelah gagal membawa tim lolos ke Liga Champions musim depan. Bersama Allegri, manajemen klub asal Lombardy itu juga memecat CEO Giorgio Furlani, direktur olahraga Igli Tare, dan direktur teknis Geoffrey Moncada. Namun, status kontrak Allegri yang masih terikat hingga Juni 2027 menjadi ganjalan. Sebelum bisa menangani Napoli, ia harus menyelesaikan kontraknya melalui kesepakatan bersama dengan Milan.
Proses yang semula diperkirakan berjalan mulus justru berlarut-larut. Menurut laporan Calciomercato, titik macetnya terletak pada tuntutan kompensasi. Allegri menginginkan €2 juta untuk dirinya sendiri dan tambahan €3 juta untuk membayar staf pelatihnya. Total €5 juta itu dinilai terlalu besar oleh pemilik Milan, Gerry Cardinale, yang enggan mengeluarkan dana besar untuk staf yang dianggap gagal mencapai target.
Di sisi lain, Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis dilaporkan semakin jengah dengan situasi ini. Sport Mediaset mengklaim bahwa De Laurentiis telah menetapkan tenggat waktu tujuh hari ke depan. Jika hingga batas waktu tersebut tidak ada titik terang, ia mengancam akan mencari pelatih alternatif untuk kursi panas Stadio Diego Armando Maradona.
Bagi pengamat sepak bola Italia, situasi ini mencerminkan betapa rumitnya proses pemutusan kontrak di level elite. “Allegri memiliki hak untuk mendapatkan kompensasi, tetapi Milan juga tidak mau terkesan membayar mahal untuk kegagalan,” ujar analis sepak bola yang enggan disebut namanya. “Napoli ingin segera mengamankan pelatih pilihannya, tapi mereka tidak bisa memaksa Milan.”
Bagi pembaca di Indonesia, kisruh ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap transfer pelatih, terdapat negosiasi kontrak yang alot dan penuh kepentingan finansial. Klub-klub Italia, termasuk yang berstatus raksasa sekalipun, tidak segan-segan bersikap keras demi melindungi anggaran mereka. Pertanyaannya, akankah Allegri mendapatkan kompensasi yang diinginkan, atau justru Napoli yang akan mundur dan beralih ke target lain?



