Liburan di Marbella Berakhir Dramatis: Gelandang Muda Jerman Dipanggil ke Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Assan Ouedraogo dipanggil masuk skuad Jerman untuk Piala Dunia 2026 setelah Lennart Karl mengalami cedera otot saat latihan.
- Gelandang RB Leipzig itu sebelumnya hanya tampil sekali untuk timnas, mencetak gol debut dalam kemenangan 6-0 atas Slovakia.
- Jerman akan memulai kampanye Grup E melawan Curacao pada 14 Juni di Houston, dengan target merebut gelar perdana sejak 2014.
Seorang pemain muda Jerman harus memotong liburannya di Marbella setelah menerima panggilan dadakan untuk bergabung dengan skuad Piala Dunia 2026. Assan Ouedraogo, gelandang RB Leipzig berusia 20 tahun, dipanggil pelatih Julian Nagelsmann untuk menggantikan Lennart Karl yang mengalami cedera otot saat latihan menjelang laga uji coba melawan Amerika Serikat di Chicago.
Ouedraogo mengaku sempat tidak percaya saat menerima kabar tersebut. "Saya mendapat telepon dari pelatih nasional pada Jumat malam saat sedang liburan. Ketika Julian Nagelsmann mengatakan saya sekarang bagian dari skuad, saya butuh waktu sejenak untuk mencerna dan menyadari apa yang terjadi sebelum langsung berkemas," ujarnya dalam wawancara di situs resmi klubnya.
Ini bukan kali pertama Ouedraogo dipanggil sebagai pemain pengganti. Sebelumnya, ia juga didaftarkan menggantikan Nadiem Amiri yang cedera, dan langsung mencetak gol terakhir dalam kemenangan telak 6-0 atas Slovakia pada November 2025 di laga kualifikasi terakhir. Penampilan impresif itu menjadi modal berharganya untuk dipercaya kembali.
Bagi Ouedraogo, panggilan ini adalah mimpi masa kecil yang menjadi nyata. "Ini kehormatan besar dan membuat saya sangat bangga bisa mewakili Jerman di Piala Dunia. Mimpi masa kecil saya terwujud, sesuatu yang telah saya perjuangkan keras, terutama dalam beberapa bulan dan tahun terakhir," katanya. Ia juga menyampaikan simpati kepada Karl: "Saya berharap Lenny pulih cepat. Saya sangat menyesal dia cedera begitu dekat dengan turnamen dan tidak bisa ikut."
Jerman, yang terakhir kali meraih trofi Piala Dunia pada 2014, akan memulai perjuangan di Grup E melawan Curacao pada 14 Juni di Houston, Texas. Setelah itu, mereka akan menghadapi Pantai Gading dan Ekuador. Dengan skuad yang diperkuat pemain muda seperti Ouedraogo, Nagelsmann berharap dapat membawa timnya tampil kompetitif di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada ini.
Bagi Indonesia, panggilan Ouedraogo menjadi pengingat betapa pentingnya kedalaman skuad dan kesiapan pemain muda dalam turnamen besar. Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) dapat mengambil pelajaran dari manajemen cedera dan rotasi pemain Jerman, terutama dalam menghadapi kompetisi multi-tahun seperti Piala Dunia atau Piala Asia. Kejutan seperti Ouedraogo juga menunjukkan bahwa peluang bisa datang kapan saja, asalkan pemain terus bekerja keras dan siap saat dibutuhkan.
Dengan cedera yang menimpa Karl, Nagelsmann harus segera memastikan adaptasi Ouedraogo dengan skema tim. Pertanyaannya, mampukah pemain muda ini mengulangi performa gemilangnya saat debut dan menjadi pembeda di turnamen akbar? Atau justru tekanan Piala Dunia akan menjadi ujian terlalu berat bagi kariernya yang masih hijau?


