Newcastle Buru Victor Munoz sebagai Pengganti Anthony Gordon: Lebih Tajam dari Yohanna?
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United membuka negosiasi dengan Osasuna untuk merekrut Victor Munoz, pemain sayap kiri Spanyol berusia 22 tahun, sebagai suksesor Anthony Gordon yang hengkang ke Barcelona.
- Dengan klausul rilis £35 juta, Munoz dinilai lebih siap bersaing di Premier League dibandingkan Zadok Yohanna yang baru berusia 18 tahun dan minim pengalaman di liga top Eropa.
- Jika transfer gagal direalisasikan sebelum Piala Dunia 2026, Newcastle berisiko kehilangan peluang karena performa Munoz di turnamen bisa memicu persaingan harga yang lebih ketat.

Newcastle United tengah mempercepat perburuan pemain sayap kiri anyar setelah Anthony Gordon resmi dilepas ke Barcelona dengan nilai transfer £70 juta pada akhir musim lalu. Kepergian pemain Timnas Inggris itu meninggalkan celah signifikan di lini depan The Magpies, terutama karena kontribusinya yang mencapai 17 gol dan lima assist sepanjang musim 2025/26. Manajer Eddie Howe kini harus segera menemukan pengganti yang mampu memberikan dampak instan, bukan sekadar proyek jangka panjang.
Dalam upaya mengisi kekosongan tersebut, Newcastle dikabarkan telah mengajukan tawaran £21 juta untuk pemain sayap AIK, Zadok Yohanna. Namun, Chelsea juga mengajukan penawaran serupa, sehingga keputusan akhir berada di tangan pemain berusia 18 tahun itu. Meski potensial, catatan Yohanna yang baru mengoleksi dua gol dan dua assist dalam 13 pertandingan Allsvenskan dianggap belum cukup untuk langsung bersaing di Premier League. Klub pun mulai melirik opsi yang lebih matang, yakni Victor Munoz dari Osasuna.
Menurut laporan jurnalis Daily Mail, Craig Hope, Newcastle telah membuka pembicaraan dengan Osasuna untuk merekrut Munoz. Pemain sayap kiri bertumpu kaki kanan itu memiliki klausul rilis sebesar £35 juta dalam kontraknya. Namun, persaingan ketat diperkirakan akan terjadi, mengingat beberapa klub lain juga memantau situasi sang pemain. Munoz, yang sempat menimba ilmu di akademi Real Madrid, baru saja mencatatkan debut internasional bersama Spanyol pada Maret lalu dengan mencetak gol dalam kemenangan 3-0 atas Serbia.
Perbandingan statistik menunjukkan bahwa Munoz memiliki profil yang hampir identik dengan Gordon. Keduanya mencatatkan jumlah gol dan assist yang sama, akurasi umpan silang yang setara, serta expected assist (xA) yang nyaris identik. Bahkan, dalam hal dribel melewati lawan, Munoz unggul signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa ia bukan sekadar pengganti, melainkan potensi peningkatan kualitas di sektor sayap kiri. Sementara itu, Yohanna masih harus membuktikan diri di level senior, terutama di liga top Eropa.
Keputusan Newcastle untuk memprioritaskan Munoz juga dipengaruhi oleh jadwal Piala Dunia 2026 yang akan digelar musim panas ini. Munoz telah masuk dalam skuad Spanyol dan berpotensi tampil impresif di turnamen tersebut. Jika itu terjadi, harga dan persaingan untuk mendapatkannya bisa melonjak. Oleh karena itu, Newcastle didesak untuk menyelesaikan transfer sebelum turnamen dimulai, agar tidak kehilangan momentum.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Newcastle ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana klub Premier League mengelola transisi pemain dengan cermat. Keputusan antara merekrut pemain muda potensial seperti Yohanna atau pemain siap pakai seperti Munoz mencerminkan dilema yang kerap dihadapi klub-klub Eropa. Apakah Newcastle akan berhasil mengamankan tanda tangan Munoz sebelum Piala Dunia, atau justru kehilangan kesempatan karena persaingan yang semakin ketat? Waktu yang akan menjawab.



