Remaja Liverpool Rio Ngumoha Curi Perhatian Tuchel, Tapi Nasibnya di Piala Dunia Terkendala Regulasi
Baca dalam 60 detik
- Penyerang 17 tahun Liverpool, Rio Ngumoha, tampil impresif sebagai pemain pengganti dan dinobatkan sebagai pemain terbaik saat Inggris menang 1-0 atas Selandia Baru dalam laga uji coba Piala Dunia.
- Meskipun menuai pujian dari pelatih Thomas Tuchel, Ngumoha tidak bisa masuk skuad Piala Dunia karena tidak tercantum dalam daftar awal 55 pemain, sehingga tidak memenuhi syarat sebagai pengganti cedera.
- Liverpool bertekad mempertahankan Ngumoha di tengah minat Bayern Munich, sementara kedatangan pelatih baru Andoni Iraola diyakini bisa memberikan lebih banyak menit bermain musim depan.

Penampilan gemilang pemain muda Liverpool, Rio Ngumoha, dalam laga uji coba Inggris melawan Selandia Baru akhir pekan lalu sontak menjadi perbincangan hangat di jagat sepak bola Inggris. Namun, di balik pujian yang diterimanya, terdapat ironi regulasi yang membuat remaja berusia 17 tahun itu harus mengubur mimpinya tampil di Piala Dunia 2026 bersama The Three Lions.
Ngumoha, yang sebelumnya hanya diproyeksikan sebagai pemain pelengkap dalam pemusatan latihan di Florida, justru menjadi bintang saat dimasukkan sebagai pemain pengganti di babak kedua. Ia dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam kemenangan tipis 1-0 Inggris atas Selandia Baru. Pelatih Thomas Tuchel pun tak ragu memberikan pujian setinggi langit kepada pemain yang baru menjalani debut seniornya itu.
Sayangnya, status Ngumoha sebagai pemain di luar skuad 26 pemain utama membuatnya tak bisa serta-merta masuk ke dalam tim untuk Piala Dunia. Aturan FIFA menyatakan bahwa hanya pemain yang masuk dalam daftar awal 55 pemain yang bisa dipanggil sebagai pengganti jika ada pemain lain cedera. Ngumoha tidak masuk dalam daftar tersebut, sehingga peluangnya untuk berlaga di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko musim panas ini benar-benar tertutup.
Keputusan Tuchel untuk tidak memasukkan Ngumoha dalam daftar 55 pemain memang terbilang kontradiktif. Pada Maret lalu, ia sempat menyatakan tidak menutup kemungkinan memanggil pemain muda itu untuk Piala Dunia. Namun, kenyataan berkata lain. Minimnya menit bermain Ngumoha di level klub—hanya 10 kali starter musim lalu—menjadi alasan utama. Manajemen Liverpool, di bawah asuhan pelatih sebelumnya Arne Slot, mengaku sengaja melindungi fisik dan mental pemain muda tersebut dari kerasnya sepak bola senior.
Kabar ketertarikan Bayern Munich terhadap Ngumoha semakin memanaskan situasi. Klub raksasa Bundesliga itu disebut-sebut siap mengajukan tawaran pada bursa transfer musim panas ini. Namun, Liverpool bersikukuh tidak akan melepas pemain yang dianggap sebagai salah satu prospek terbaik Inggris tersebut. Kepergian Mohamed Salah dan kedatangan pelatih anyar Andoni Iraola yang dikenal getol mempromosikan pemain muda diyakini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi Ngumoha untuk bertahan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kisah Ngumoha menjadi pengingat betapa ketatnya persaingan menembus skuad Piala Dunia. Regulasi yang kaku dan minimnya jam terbang di level tertinggi bisa menjadi batu sandungan, meskipun talenta seorang pemain sudah diakui. Ke depannya, Ngumoha diyakini akan kembali dipanggil Tuchel untuk ajang UEFA Nations League yang dimulai September mendatang. Pertanyaannya, akankah ia mendapatkan kepercayaan penuh dari pelatih barunya di Liverpool untuk membuktikan bahwa ia layak bersaing di panggung terbesar sepak bola dunia?



