Rem Blong di Tulang Bawang: Polisi dan Warga Bergotong Royong Hentikan Truk, Nyaris Tabrak Pemukiman
Baca dalam 60 detik
- Sebuah truk bermuatan penuh kehilangan kendali akibat rem blong di jalur menurun Tulang Bawang, Lampung, Kamis sore.
- Personel Polri yang sedang bertugas bersama warga setempat menggunakan balok kayu untuk mengganjal roda dan menghentikan laju kendaraan.
- Insiden berakhir tanpa korban jiwa atau kerugian material, berkat respons cepat dan sinergi antara aparat dan masyarakat.
Sebuah truk Mitsubishi Fuso bernomor polisi BE 8571 FU nyaris menimbulkan tragedi di Jalan Lintas Timur, Kampung Menggala, Tulang Bawang, Kamis (4/6/2026) sore, saat sistem pengeremannya mendadak blong di tengah jalan menurun. Berkat kesigapan personel Polri yang sedang mengatur lalu lintas dan bantuan warga sekitar, kendaraan seberat puluhan ton itu berhasil dihentikan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material yang berarti.
Peristiwa bermula sekitar pukul 17.20 WIB ketika petugas kepolisian tengah melakukan evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan di Kampung Cakat Raya. Dari arah Palembang menuju Bandar Lampung, truk yang dikemudikan Amri Hamzah (66), warga Kelurahan Yosomulyo, Kota Metro, melaju dengan kecepatan yang tidak terkendali. Menyadari situasi darurat, para petugas dan warga setempat segera bergerak mencari cara untuk menghentikan laju truk. Dengan memanfaatkan balok kayu yang tersedia di lokasi, mereka secara gotong royong mengganjal roda belakang truk hingga akhirnya kendaraan berhenti dengan selamat.
Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuni, mengapresiasi tindakan cepat personel di lapangan. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebatas pengaturan lalu lintas, tetapi juga responsif terhadap situasi darurat yang mengancam keselamatan masyarakat. “Personel di lapangan menunjukkan respons cepat dan keberanian saat menghadapi kendaraan yang mengalami rem blong. Langkah yang diambil berhasil mencegah potensi kecelakaan yang lebih besar,” ujar Kombes Pol Yuni, Jumat (5/6/2026).
Ia menambahkan bahwa sinergi antara petugas dan warga menjadi faktor kunci dalam penanganan insiden ini. “Kami mengapresiasi masyarakat yang turut membantu petugas. Kolaborasi yang baik antara Polri dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya musibah yang lebih besar,” ungkapnya. Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bagi para pengemudi, terutama yang melintasi jalur menurun dan rawan kecelakaan, untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum bepergian, khususnya sistem pengereman.
Di Indonesia, kecelakaan akibat rem blong masih menjadi salah satu penyebab utama insiden lalu lintas di jalur menurun, terutama di daerah pegunungan atau perbukitan. Data Korlantas Polri mencatat bahwa pada tahun 2025, setidaknya 12% kecelakaan fatal di jalan nasional melibatkan kendaraan berat yang kehilangan kendali karena rem blong. Kasus di Tulang Bawang ini menjadi contoh bagaimana kesiapsiagaan aparat dan partisipasi aktif masyarakat dapat meminimalkan risiko. Ke depan, perlu ada evaluasi lebih lanjut mengenai standar keselamatan kendaraan angkutan barang, termasuk inspeksi rem secara berkala di titik-titik rawan.
Dengan tidak adanya korban jiwa, insiden ini berakhir lega. Namun, pertanyaan yang muncul adalah: apakah sistem pengawasan kendaraan berat di Indonesia sudah cukup ketat untuk mencegah kejadian serupa terulang? Ataukah keberuntungan semata yang menyelamatkan nyawa kali ini?



