Kim Jong Un Uji Coba Kapal Perang Baru Jelang Kunjungan Xi Jinping ke Korea Utara
Baca dalam 60 detik
- Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyaksikan uji coba kapal perusak Kang Kon yang diperbaiki setelah gagal diluncurkan tahun lalu, sebagai bagian dari ambisi membangun angkatan laut bertenaga nuklir.
- Kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Pyongyang pada Senin mendatang menandai upaya Beijing memperkuat hubungan dengan sekutunya yang memiliki senjata nuklir, di tengah prioritas Kim pada kerja sama militer dengan Rusia.
- Para pengamat menilai langkah Kim memamerkan kemampuan militer sebelum kedatangan Xi bertujuan mengukuhkan status Korea Utara sebagai negara nuklir dan mendapatkan posisi tawar lebih kuat.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menginspeksi uji coba kapal perusak terbarunya yang sempat rusak dalam peluncuran tahun lalu, sebuah sinyal penguatan militer yang dikirimkan tepat sebelum kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Pyongyang, Senin pekan depan.
Media pemerintah Korea Utara, KCNA, melaporkan Kim mengunjungi kapal perusak Kang Kon berbobot 5.000 ton pada Kamis lalu saat menjalani uji kemampuan. Dalam foto yang dirilis, Kim tampak didampingi putrinya yang remaja, Kim Ju Ae, yang menurut pejabat Korea Selatan tengah dipersiapkan sebagai calon penerus kepemimpinan.
Kim menyerukan pengembangan angkatan laut secara cepat agar mampu memainkan peran lebih besar dalam pencegahan nuklir dan memberikan "pukulan mematikan kepada musuh kapan saja di bawah air atau di atas air," demikian dikutip KCNA. Ia menyebut angkatan laut sebagai fokus utama rencana pertahanan lima tahun yang disetujui dalam kongres partai berkuasa awal tahun ini, termasuk pembangunan kapal perusak kelas 10.000 ton dan pengembangan "senjata rahasia bawah air" yang belum dijelaskan.
Kunjungan Xi ke Korea Utara dikonfirmasi sehari setelah Pyongyang memamerkan fasilitas pengayaan uranium baru yang dinilai Korea Selatan sebagai pabrik bahan bakar bom nuklir. Dalam kunjungan ke lokasi tersebut, Kim berjanji memperluas kekuatan nuklir secara eksponensial. Para analis menilai langkah ini mencerminkan keinginan Kim untuk mengukuhkan status Korea Utara sebagai negara nuklir di hadapan Xi.
Kunjungan Xi ini menandai upaya Beijing memperkuat hubungan dengan tetangganya yang memiliki senjata nuklir, di tengah pergeseran prioritas Kim yang dalam beberapa tahun terakhir lebih condong ke Rusia, termasuk mengirim pasukan dan peralatan militer untuk mendukung perang Moskow di Ukraina. Bagi Indonesia, dinamika ini relevan mengingat posisi strategis Korea Utara di kawasan dan potensi dampaknya terhadap stabilitas keamanan Asia Timur, yang menjadi mitra dagang utama Indonesia.
Kapal Kang Kon dirancang membawa berbagai sistem persenjataan, termasuk rudal anti-pesawat, anti-kapal, serta rudal balistik dan jelajah berkemampuan nuklir. Namun, beberapa pakar meragukan efektivitas kapal tersebut dalam tugas aktif. Kim menyebut pengembangan kapal perusak sebagai langkah besar memperluas jangkauan operasional dan kemampuan serangan preemptif militer nuklirnya.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah sejauh mana China akan mendukung ambisi nuklir Korea Utara, terutama di tengah tekanan internasional dan sanksi yang masih berlangsung. Kunjungan Xi bisa menjadi momentum bagi Pyongyang untuk mendapatkan pengakuan de facto sebagai negara nuklir, atau justru memperdalam isolasi diplomatiknya.


