Hotman Paris Angkat Bicara: Raffi Ahmad Jadi Klien Baru dalam Kasus Suap Bea Cukai
Baca dalam 60 detik
- Hotman Paris Hutapea mengonfirmasi Raffi Ahmad meminta pendampingan hukum terkait tuduhan keterlibatan dalam kasus suap impor barang di Bea Cukai.
- KPK menyebut nama Raffi muncul dalam persidangan karena diduga menitipkan barang elektronik melalui Blueray Cargo saat berkunjung ke AS.
- Raffi dan Hotman dijadwalkan menggelar konferensi pers pada Kamis (11/6) untuk memberikan klarifikasi resmi.

Nama Raffi Ahmad kembali menjadi sorotan setelah advokat kondang Hotman Paris Hutapea mengumumkan dirinya diminta memberikan pendampingan hukum kepada selebritas yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden itu. Raffi disebut-sebut terseret dalam kasus dugaan suap terkait importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Hotman mengaku telah dihubungi langsung oleh Raffi. Sang artis mengaku namanya diseret dalam persidangan kasus yang melibatkan perusahaan jasa kepabeanan Blueray Cargo. โRaffi telepon saya, minta pendampingan hukum melawan semua yang telah memfitnah dia,โ ujar Hotman dalam video yang dikutip pada Selasa (9/6).
Hotman menegaskan bahwa kliennya menjadi korban fitnah dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, Raffi tidak sendirian saat berkunjung ke Amerika Serikatโbeberapa selebritas lain seperti Ariel Noah, Desta, dan Gading Martin juga hadir dalam acara makan malam di restoran Awang Kitchen, New York. Namun, hanya nama Raffi yang diviralkan dan dikaitkan dengan skandal impor Blueray Cargo.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya mengonfirmasi bahwa nama Raffi Ahmad muncul dalam persidangan kasus suap yang menjerat pimpinan Blueray Cargo, John Field. Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menyatakan bahwa Raffi diduga menitipkan barang elektronik seperti iPhone 17 melalui perusahaan tersebut saat berlibur ke AS. โBetul, ada fakta saudara RA itu menitip,โ kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Senin (8/6) malam.
Dalam persidangan, jaksa KPK menanyakan kepada saksi Sri Pangestuti alias Tuti, seorang pengusaha jasa kepabeanan, mengenai permintaan pengiriman barang dari AS. Permintaan itu disampaikan oleh Yohanes, asisten pribadi John Field, setelah Raffi mengunjungi kantor Blueray Cargo. Tuti mengaku enggan memenuhi permintaan tersebut meskipun ada komunikasi melalui WhatsApp. Selain itu, nama Raffi juga tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Yohanes, yang menyebutkan adanya titipan kargo atas nama Raffi Ahmad melalui Nelwan, Kepala Divisi Blueray Cargo di AS.
Yohanes dalam persidangan menjelaskan bahwa saat itu Raffi sedang berlibur dan ingin menitipkan iPhone 17 yang baru dirilis. Namun, barang tersebut tidak jadi dikirimkan ke Indonesia. Meski demikian, fakta ini cukup untuk membuat nama Raffi menjadi perbincangan publik dan dikaitkan dengan kasus korupsi yang sedang ditangani KPK.
Hotman Paris belum memberikan detail lebih lanjut mengenai strategi hukum yang akan ditempuh. Ia hanya mengonfirmasi bahwa konferensi pers akan digelar pada Kamis (11/6) di Jakarta. โKetemu hari Kamis jam 02.00 siang di tempat yang akan ditentukan, Hotman dan Raffi Ahmad akan melakukan konferensi pers,โ ucapnya.
Kasus ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai sejauh mana keterlibatan figur publik dalam praktik impor barang ilegal. Dengan status Raffi sebagai Utusan Khusus Presiden, publik menanti klarifikasi resmi yang akan disampaikan dalam konferensi pers mendatang. Apakah ini sekadar fitnah atau ada bukti yang lebih kuat? Hanya waktu yang akan menjawab.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257371/original/020447300_1781237199-HKlWYNzaEAAzA7T.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8162918/original/038664800_1781017566-35916.jpg)
