Cedera Julio Enciso Mengancam Mimpi Paraguay di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Penyerang Paraguay Julio Enciso mengalami cedera ganda saat laga uji coba melawan Nikaragua dan harus ditarik keluar lapangan dengan tandu.
- Cedera ini membahayakan partisipasinya di Piala Dunia 2026, yang akan menjadi debut Paraguay setelah absen sejak 2010.
- Pelatih Gustavo Alfaro masih berharap Enciso bisa pulih tepat waktu, namun tim harus bersiap jika sang pemain absen.

Mimpi Paraguay untuk tampil gemilang di Piala Dunia 2026 mendapat pukulan berat setelah bintang muda mereka, Julio Enciso, mengalami cedera dalam laga uji coba terakhir. Penyerang berusia 22 tahun itu harus ditarik keluar dengan tandu pada menit ke-25 saat Paraguay menang 4-0 atas Nikaragua, Jumat (13/6) waktu setempat. Kejadian ini langsung menimbulkan kekhawatiran besar mengingat Paraguay akan memulai kampanye Piala Dunia mereka pada Sabtu (14/6) melawan tuan rumah Amerika Serikat di Los Angeles.
Enciso, yang sebelumnya membela Brighton & Hove Albion sebelum dipinjamkan ke Strasbourg, merupakan andalan di lini depan Paraguay. Ia menjadi starter reguler sepanjang babak kualifikasi, menyumbang tiga gol dan dua assist. Kontribusinya sangat vital bagi tim yang baru kembali ke panggung Piala Dunia setelah absen sejak edisi 2010 di Afrika Selatan. Cedera yang dialaminya bukan hanya pukulan bagi pemain secara pribadi, tetapi juga mengubah peta kekuatan Paraguay di Grup A yang juga dihuni Meksiko dan Selandia Baru.
Pelatih Gustavo Alfaro mengungkapkan bahwa Enciso mengalami cedera ganda. "Pertama di bagian samping, lalu di punggung bawah yang memengaruhi paha depan. Ia ketakutan dan harus keluar," ujar Alfaro seperti dikutip BBC. Meski demikian, Alfaro masih berharap cedera itu tidak serius dan hanya akibat benturan. "Semoga tidak serius dan kami bisa memulihkannya," tambahnya. Namun, ekspresi Enciso yang menangis saat meninggalkan lapangan menjadi indikasi bahwa cedera tersebut cukup serius.
Bagi Indonesia, kabar ini menjadi pengingat betapa rentannya pemain kunci terhadap cedera jelang turnamen besar. Meski tidak terlibat langsung di Piala Dunia 2026, persepakbolaan Indonesia kerap mengikuti perkembangan pemain diaspora dan rival di kawasan. Cedera Enciso juga menyoroti pentingnya manajemen kebugaran pemain, terutama saat menghadapi jadwal padat antara liga Eropa dan turnamen internasional. Pelajaran ini relevan bagi klub-klub Indonesia yang kerap kehilangan pemain inti akibat cedera saat memperkuat tim nasional.
Enciso sendiri baru bergabung dengan Strasbourg pada September 2024 setelah dibeli dari Brighton. Musim pertamanya di Ligue 1 cukup impresif dengan 12 gol, menjadikannya salah satu pemain muda paling bersinar di Eropa. Kehilangan pemain sekaliber Enciso tentu akan memaksa Alfaro merombak strategi ofensif. Paraguay mungkin harus mengandalkan pemain lain seperti Miguel Almirรณn atau รngel Romero untuk mengisi kekosongan di lini depan.
Pertandingan pembuka melawan AS akan menjadi ujian berat, terlebih tanpa Enciso. Paraguay harus segera beradaptasi jika ingin menjaga asa lolos ke fase gugur. Pertanyaan besarnya: akankah Enciso pulih tepat waktu untuk laga-laga krusial berikutnya? Ataukah cedera ini akan menjadi akhir dari mimpi Paraguay di Piala Dunia 2026? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal pasti: tim medis Paraguay akan bekerja keras untuk memulihkan bintang mudanya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5834392/original/005930000_1778736608-634207296_18559468951038346_444791429362435479_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8071506/original/077274000_1780916566-20260609AA_Timnas_Indonesia_vs_Mozambik-1.JPG.jpeg)